Peristiwa

Musyawarah Kompensasi Buang Sampah ke TPAS Cilowong Mandek

SERANG, LB– Buntut protes pengiriman sampah dari Tangerang Selatan (Tangsel) ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menggelar musyawarah dengan 21 Ketua Rukun Tetangga (RT) Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan. Namun, hasilnya belum menemui kata sepakat alias mandek.

Musyawarah berlangsung tertutup dan menghabiskan waktu sekira tiga jam di aula Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Serang di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Kota Serang Baru (KSB), Kota Serang, Senin (25/10/2021). Musyawarah melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan dihadiri Walikota Serang Syafrudin.

Syafrudin mengungkapkan, hasil dari musyawarah dengan para Ketua RT Kelurahan Cilowong masih ada satu permintaan dari sepuluh permintaan warga yang belum diselesaikan, sehingga musyawarah akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya.

“Jadi, minta tempo (hasil musyawarah-red) belum ada kesepakatan, sehingga akan dilanjutkan hari Rabu,” ungkap Syafrudin usai musyawarah.

Advertisement

Diungkapkan Syafrudin, warga meminta kompensasi satu tahun dan nilainya sudah disepakati, yakni Rp2,1 miliar. Kata Syafrudin, Pemkot Tangsel baru membuang sampah pada September-Desember atau hanya beberapa bulan, sehingga pembayarannya belum diterima.

“Warga minta Januari-Desember (kompensasi-red), kita uangnya enggak ada kalau dari Januari,” aku politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Terkait itu, Salah satu Perwakilan Ketua RT Cilowong, Edi Santoso mengatakan, pemerintah belum menyanggupi tuntutan warga, sehingga menyetop pengiriman sampah dari Tangsel selamanya.

“Kalau sampah Tangsel tidak ada manfaatnya buat masyarakat, buat apa kita berusaha duduk bersama?,” keluhnya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button