Peristiwa

Napi Susah Tidur Pasca Kebakaran Lapas, Pemkot Lakukan Trauma Healing

TANGERANG, LBC– Pasca Kebakaran Blok C2 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan trauma healing kepada narapidana penghuni Lapas Kelas I Tangerang. Pelayanan kesehatan jiwa itu diikuti puluhan narapidana, khususnya napi blok C yang mengalami langsung peristiwa yang menewaskan 49 napi tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangerang dr Indri Bevy mengatakan, pihaknya melakukan trauma healing kepada narapidana untuk menghilangkan rasa trauma atas peristiwa kebakaran Lapas Kelas I Tangerang yang menewaskan 49 narapidana blok C2 tersebut. Katanya, program trauma healing sudah dilaksanakan sejak Selasa (14/9) hingga Jumat (17/9) bersama RSUD Kota Tangerang dan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) untuk narapidana Lapas Kelas I Tangerang.

Trauma healing ini difokuskan untuk para napi, nanti dilanjutkan ke petugas yang bertugas saat kejadian,” terang Indri, kemarin.

Sejak hari kedua insiden kebakarandi Lapas Kelas I Tangerang, kata Indri, pihaknya sudah turun melakukan pendekatan, penenangan, dan pendalaman terkait sejauh apa gangguan psikis atau mental yang diderita korban selamat di Blok C2.

Advertisement

“Sebelum para napi bertemu dokter, kami sudah menyebar kuesioner dengan 29 poin pertanyaan. Hasilnya, ditentukan bahwa mereka membutuhkan penanganan psikiater atau psikolog dengan berbagai status traumanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Kota Tangerang dr Amir Ali menambahkan, berdasarkan hasil kuesioner, para napi banyak yang mengalami kecemasan dan kesulitan tidur pasca kebakaran. Pada giat trauma healing, belasan dokter psikiater dan psikolog direrjunkan melakukan terapi kejiawaan dan terapi pengobatan.

“Sejauh ini belum ada yang naik tahap rujukan,” tegasnya.

Selama proses terapi, sambung Amir, pihaknya melakukan secara person to person, sehingga sampai saat ini baru sekira 83 napi yang ditangani. Angka itu diprediksi masih akan terus bertambah andai trauma healing tidak dilakukan dan tidak menutup kemungkinan para napi mengalami kecemasan yang berlebih atau depresi yang mendalam. Jika empat hari trauma healing selesai, lanjutnya, pihaknya bersama dokter dari Kemenkumham akan melakukan terapi rutin.

“Kami Dinkes dan RSUD bersiap untuk kesiapan obat-obatan dan menerima napi yang sekiranya membutuhkan penanganan rujukan yang lebih mendalam,” tambahnya.

Terkait itu, salah satu Narapidana berisnial P mengaku, pasca peristiwa kebakaran susah tidur dan sering teringat-ingat sederet kejadian kebakaran malam itu. Oleh karena itu, menurutnya, narapidana membutuhkan penanganan dokter seperti trauma healing.

“Seperti tadi kan ditanya, apa yang dirasa, keluhannya apa, dan apa yang mengganggu. Jadi, buat saya butuh supaya bisa mengungkapkan perasaan saya, jadi lebih lega,” tukas napi Blok C1 itu. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button