Pemerintahan

Bapenda Kab Serang Diminta Kembali Memetakan Potensi Pendapatan

SERANG, LBC – DPRD Kabupaten Serang optimistis kondisi ekonomi, khususnya di Kabupaten Serang kembali membaik pasca melandainya kasus Covid-19. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Badan Pendapata Daerah (Bapenda) diminta memetakan kembali potensi-potensi pendapatan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu terungkap pada Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Serang atas Nota Keuangan APBD Perubahan Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2021 di gedung DPRD Kabupaten Serang, Kamis (16/9/2021). Paripurna dihadiri Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa dan seluruh pimpinan DPRD beserta sejumlah anggota.

Juru Bicara Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Serang Jeni dalam pemandangan umumnya mengatakan, pihaknya memahami adanya penyesuaian pada nota keuangan rancangan APBD Perubahan 2021 karena adanya kebijakan pemerintah pusat, selain dampak pandemi Covid-19 berkepanjangan. Oleh karenanya, dibutuhkan penyesuaian struktur APBD murni akibat kebutuhan mendesak dengan memanfaatkan sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) tahun anggaran 2020.

“Melihat kondisi saat ini yang terdampak pandemic Covid-19 berkepanjangan, tentunya mempengaruhi aspek bidang kehidupan masyarakat. Dua tahun didera pandemi Covid terasa berat bagi pemerintah daerah merasionalisasikan kebutuhan fiscal yang telah direncanakan,” tutur Wakil Rakyat Fraksi Berkarya tersebut.

Advertisement

Kata Jeni, kebijakan belanja daerah merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam rangka mengatur pendanaan pelaksanaan urusan pemerintahan terhadap urusan wajib dan urusan pilihan, serta urusan yang diperbantukan.

Dengan demikian, penggunaan belanja daerah diharapkan lebih diarahkah dalam mendukung peningkatan nilai tambah sektor ekonomi yang memberikan kotribusi bagi pertumbuhan ekonomi di daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk memperjelas rancangan APBD Perubahan tahun 2021, kata Jeni, ada beberapa hal yang dipertanyakan sebagai bahan pertimbangan seluruh fraksdi-fraksi DPRD dalam membaahs dan menyimpulkan dokumen apbd perubahan tahun 2021. Yakni, mengingat saat ini program vaksinasi gencar dilakukan dan pandemi Covid-19 sudah melandai pada level yang lebih rendah, pihaknya optimistis kondisi ekonomi pada empat bulan ke depan akan membaik.

“Untuk itu, Pemda khususnya Bapenda dapat memetakan kembali potensi-potensi pendapatan yang memungkinkan bsia diperoleh sesuai target yang ditetapkan,” pintanya.

Meski berdasarkan KUA PPAS APBD Perubahan mencerminkan kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan sesuai skala prioritas, kata Jeni, belum dapat disikapi.

Jeni juga meminta penjelasan soal pinjaman jangka pendek dari bjb, dimana KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2021 disepakati PAD belanja bunga sebesar Rp7 miliar, sedangkan dokumen APBD Perubahan berubah menjadi Rp15 miliar.

“Mengingat sering terjadi belanja luncuran, apakah perencanaan pada APBD Perubahan sudah dapat mengantisipasi tidak terjadi luncuran kembali APBD tahun 2022,” tanyanya. (zai)

Suasana Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Serang atas Nota Keuangan Rancangan APBD Perubahan 2021.

Back to top button