Peristiwa

Pedagang di Cilegon Gelar Aksi Rebus Batu Protes Perpanjangan PPKM

CILEGON, LBC- Sejumlah pedagang di wilayah Kota Cilegon melakukan protes terhadap kebijakan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dengan melakukan aksi rebus batu di lokasi Bundaran Perumnas Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Selasa (3/8/2021). Aksi menandakan tidak ada lagi pemasukan, sehingga tidak ada makanan yang bisa dibeli dan dimasak untuk dimakan.

Salah satu pedagang yang melakukan protes, Irfan mengatakan, saat ini mendapatkan uang Rp30 ribu saja sulit. Padahal, ia sudah mengikuti instruksi pemerintah dengan buka pada pukul 10.00 sampai pukul 21.00. Namun, karena bentuk usaha merupakan kafe dan makanan, muloai ramainya memasuki tengah malam.

“Kami lakukan aksi merebus batu karena sudah tidak ada lagi yang dimasak untuk dimakan. Ini simbol jika kami sudah menyerah dengan berbagai kebijakan yang hanya berubah secara redaksional,” ujar Irfan kepada lingkarbanten.com, Selasa (3/8/2021).

Menurutnya, berbagai bantuan yang diberikan pemerintah juga belum berjalan maksimal. Terlebih di lapangan, dinilainya masih belum sesuai harapan. Bahkan, ia mengaku dengan teman-teman pedagang lainnya malah belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Advertisement

“Bantuan stimulus baik daerah maupun pusat belum maksimal. Kami ingin ekonomi ini kembali hidup. Bantuan bukan solusi karena banyak juga dari kami yang tidak menerima,” keluhnya.

Hal senada dilakukan Pedagang Sayur Keliling, Dian yang beroperasi di Bunderan Perumnas Cibeber juga melakukan aksi pemasangan bendera kuning dan putih. Ia mengaku jika selama PPKM pemasukan menurun drastis. Ditambah sayuran di pasar semakin merangkak naik yang menambah beban warga untuk membeli.

“Padahal semua sedang sulit, harga sayuran juga naik dua kali lipat, pemasukan menurun. Untuk itu kami minta kebijakan dari pemerintah. Semoga bisa semakin baik kondisinya,” harapnya.

Saat ini, Dian mengaku hanya bisa pasrah dengan berbagai kebijakan pemerintah. Namun, sebagai rakyat kecil ia berharap, adanya kebijakan masih bisa memberikan kelonggaran dalam PPKM, sehingga para pekerja yang mengandalkan pemasukan harian terbantu.

“Pedagang seperti kami ini harian pendapatannya. Kalau sekarang menurun, jadi berharap ada kebijakan kelonggaran agar aktivitas (ekonomi-red) juga jalan lagi,” pintanya.

Sebelumnya, para pedagang bunderan serta Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) mendatangi Walikota Cilegon Helldy Agustian untuk meminta kebijakan adanya pelonggaran dalam aturan PPKM. Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan karena Pemkot Cilegon hanya ikut dalam kebijakan dari pemerintah pusat. (Anto/zai)

Back to top button