Pemerintahan

Pekerjaan Masih Berjalan, Pandji: Serapan Anggaran Bisa Capai 93 %

SERANG, LBC – Disinggung serapan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang masih rendah oleh DPRD Kabupaten Serang, yakni rata-rata di bawah 50 persen menuai respons Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa yang menyatakan bahwa pekerjaan masih berjalan, tinggal menunggu pencairan. Bahkan optimitis serapan anggaran bisa mencapai 93 persen.

Hal itu terungkap pada Rapat Paripurna DPRD Penutupan Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2020-2021 dan Pembukaan Masa Persidangan Kesatu Tahun Sidang 2021-2022 DPRD Kabupaten Serang di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Serang, Kamis (2/9/2021). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi Gerindra Imam Gozali.

Dalam paparannya, Imam mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan agenda kerja sesuai tugas dan fungsinya. Mengingat masa persidangan ketiga sudah berakhir, selanjutnya DPRD akan memasuki masa persidangan kesatu masa sidang tahun 2021-2022. Kata Imam, pihaknya sudah membahas dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019-2020, Pembahasan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2022, serta Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2020-2021 yang dilaksanakan oleh Komisi-komisi dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

Selanjutnya pada fungsi legislasi, kata Imam, selama masa persidangan ketiga DPRD membahas lima macam raperda yang berasal dari bupati, dimana tiga raperda di antaranya disetujui. Yakni, Raperda tentang Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2020, Raperda tentang RPJMD Kabupaten Serang Tahun 2021-2026, dan Raperda Perubahan atas Perda Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyerahan Prasarana dan Saranan Utilitas (PSU) Perumahan. Sedangkan dua reperda lainnya, yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial serta Raperda tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan masih proses pembahasan.

Advertisement

Pihaknya, lanjut Imam, melakukan fungsi pengawasan selama proses persidangan ketiga tahun 2020-2021. Hasil pengawasan DPRD dan OPD yang merupakan mitra komisi masing-masing membawa rekomandasi yang disampaikan kepada Pemkab. Yakni, hasil pengawasan DPRD terhadap OPD pada semester pertama tahun 2021 terhadap penyerapan anggarannya.

“Serapan anggaran OPD rata-rata masih di bawah 50 persen. Hal ini sangat memprihatinkan dan menjadi perhatian seluruh OPD mengevaluasi kinerjanya, baik dalam perencanaan program maupun pelaksanaannya,” ujarnya.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa (kiri) mengikuti jalannya paripurna.

Usai sidang, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menepis anggapan DPRD Kabupaten Serang yang menyinggung soal rendahnya serapan anggaran OPD. Pandji menjelaskan, serapan rendah karena pekerjaannya belum selesai sehingga anggaran belum diserap karena belum dibayarkan. Terutama, lanjut Pandji, pekerjaan infrastruktur dan pekerjaan yang sifatnya multiyears masih dalam proses.

“Pekerjaan masih digarap. Pembayarannya kan di triwulan keempat, Nanti riil-nya di kisaran 93 persen serapan anggarannya. Artinya, sudah punya alamat masig-masing masing anggaran nanti, tapi belum dicairkan karena pekerjannya belum selesai,” jelas mantan birokrat yang terakhir menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang ini.

“Duitnya sudah punya alamat, tidak akan jadi Silpa (Sisa lebih perhitungan anggaran),” imbuhnya. (zai)

Back to top button