UMKM

Pemahaman Minim, Tinggal 289 Koperasi Aktif di Kota Tangerang

TANGERANG, LBC–  Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kota Tangerang mencatat, hanya 289 koperasi yang aktif dari 13 kecamatan di Kota Tangerang. Hal itu dipicu minimnya pemahaman masyarakat Kota Tangerang mengenai koperasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Disperindagkop dan UKM Kota Tangerang Abdul Kholil Kurniawan kepada lingkarbanten.com di ruang kerjanya, gedung Cisadane, Kota Tangerang, Rabu (1/9/2021). Kholil mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan sebanyak 15 koperasi dilatih agar maju dan berkembang. Dijelaskan Kholil, pelatihan untuk merespon permasalahan yang dihadapi pengurus koperasi, seperti masalah manajemen kepengurusan, pengelolaan keuangan, dan lain-lain.

“Sejauh ini sudah tujuh koperasi kita latih. Mudah -mudahan akhir tahun ini bisa terealisasi sepenuhnya,” harap Kholil.

Katanya, pihaknya menggandeng pakar dari sejumlah lembaga koperasi untuk pelatihan agar dapat menjadi kekuatan bagi para pengurus dan pengawas koperasi sehingga bisa terus bertahan, terutama pada masa pandemi saat ini. Kholil berharap, kehadiran koperasi dapat dirasakan masyarakat sesuai visi misinya, yakni menyejahterakan anggota, umumnya masyarakat sekitar.

Advertisement

Namun sepengetahuan Novi, saat ini banyak masyarakat justru tidak menyadari manfaat yang didapat jika bergabung dengan koperasi. Ia memberi contoh bahwa sudah banyak orang yang terjebak dengan pinjaman online (pinjol) yang justru menyiksa dan membelit.

“Diharapkan masyarakat lebih baik ikut menjadi anggota koperasi karena tidak memberatkan,” sarannya.

Disebutkan Kholil, koperasi di Kota Tangerang tersebar di 13 Kecamatan dengan jumlah yang masih aktif tinggal 298 koperasi. Bagi warga yang ingin bergabung, kata Kholil, bisa mendatangi langsung koperasi atau mencari tahu dulu informasi soal koperasi di wilayah tinggalnya dengan mendatangi kantor kelurahan. Kholil pun menilai, para pemuda saat ini minim pemahaman soal koperasi. Artinya, banyak keraguan dari para pemuda untuk bergabung, sehingga lebih memilih pinjol.

“Padahal, koperasi sangat bermanfaat dalam kesejahteraan. Mari kita jadikan koperasi sebagai salah satu pendorong ekonomi masyarakat melalui gerakan pemuda. Koperasi sebagai sarana untuk mensejahterakan masyarakat,” ajaknya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button