Pemerintahan

Pemkab Serang Bentuk Relawan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat

SERANG, LBC– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) akan membentuk tim Relawan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 326 desa yang ada di Kabupaten Serang. Itu mengacu Undang-undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan.

Kepala DKBP3A Kabupaten Serang Tarkul Wasyit mengatakan, pihaknya saat ini sedang menindaklanjuti program nasional berdasarkan amanah Undang-undang Nomor 35 Tahun 2004 yang harus dilaksanakan pemerintah daerah (pemda) dalam rangka memenuhi hak-hak anak, yakni pembentukan tim relawan PATBM.

“Target kita tahun 2022 terbentuk PATBM di semua desa,” ujar mantan Camat Tunjungteja ini dalam siaran pers yang disampaikan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Kamis (26/8/2021).

Tujuan dibentuknya PATBM di setiap desa, dijelaskan Tarkul, sebagai unsur pemerintahan atau unsur swasta yang memberikan pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan pendampingannya.

Advertisement

“Jadi pemerintah harus hadir, masyarakat juga harus mendukung. Ini juga bentuk antisipasi terjadinya kekerasan terhadap anak,” jelas pria berkumis tebal ini.

Untuk saat ini, diakui Tarkul, tim Relawan PATBM dari 326 desa baru dibentuk di 33 desa atau 30 persen. Oleh karena itu, sambung Tarkul, pihaknya akan glebih gencar menyosialisasikan pembentukan itu ke semua kecamatan dan desa. Lantaran saat ini masih pandemic Covid-19, kata Tarkul, sosialisasi dilakukan secara virtual.

“Rencananya sosialisasi akan dilakukan pasca Pilkades Serentak Tahun 2021,” katanya.

Wacana sosialisasi pembentukan tim Relawan PATBM tersebut, kata Tarkul, sesuai arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang meminta segera disosialisasikan kepada camat dan kepala desa. Dalam sosialisasi nanti, pihaknya akan memberikan panduan pembentukannya dan bekerjasama dengan masing-masing desa.

“Relawannya itu dari mahasiswa, petugas lapangan, dan pendamping desa. Per desa idealnya ada PATBM yang merupakan prakarsa masyarakat dari unsur desa, perempuan, tim Penggerak PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kader Posyandu, Poskamling, dan lainnya, jadi semua terlibat,” papar Tarkul.

Lebih lanjut Tarkul memaparkan, struktur PATBM ke depan semisal kaitan pendidikan agama maka tokoh agama yang memberikan pencerahan di Majlis Ta’lim.

“Kalau anak ada kasus ya didampingi Babinsa,” tambahnya. (zai)

Back to top button