Pemerintahan

Pemkab Serang Perbaiki Kualitas RPJMD Kejar Penilaian Maksimal SAKIP

SERANG, LB– Dalam upaya mengejar penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) maksimal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan perbaikan kualitas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Asisten Daerah (Asda) III Bidang Organisasi, Keuangan, Umum, dan Fasilitas Pimpinan (Faspim) Pemkab Serang Ida Nuraida mengungkapkan, hasil evaluasi penyusunan SAKIP tahun 2022 Pemkab Serang oleh KemenPAN-RB tahun ini mengalami penurunan nilai dari A menjadi BB.

“Nah, kita kejar apa yang menjadi kekurangan (penilaian penyusunan SAKIP tahun 2022-red). Ternyata, kualitas RPJMD-nnya masih ada pencampuran mana strategi, mana program, dan mana kegiatan,” ungkap Ida usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pembinaan dari Evaluator KemenPAN-RB terkait Evaluasi SAKIP dan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) di Aula Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, Senin (25/10/ 2021).

Seharusnya, dijelaskan Ida, yang menjadi ranah kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah program strategis pada RPJMD.

Advertisement

“Jadi, nanti kita bersihkan, kualitas RPJMD kita perbaiki. Kebetulan juga sambil menunggu rekomendasi dari provinsi (menyebut Pemprov Banten-red),” jelasnya.

Kata Ida, penyusunan SAKIP sudah selesai. Hanya saja, hasil evaluasi ada koreksi dari evaluator KemenPAN-RB. Yakni, Bab 5 pada ranah kepala daerah hanya yang betul-betul strategis yang dinilai dalam RPJMD. Selain itu, lanjut Ida, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sistemnya Cascading (proses penjabaran sasaran strategis) untuk mencari mana yang menjadi target kinerja setiap OPD saat berubah menjadi pohon kinerja.

“Jadi pohon kinerja itu berawal dari sasaran yang ingin kita tuju dari satu OPD,” terang Ida yang merangkap jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Asda II Bidang Ekonomi, Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP), dan Administrasi Pembangunan Pemkab Serang ini.

Kata Ida, pohon kinerja bisa saja dilakukan beberapa OPD terhadap satu kegiatan yang dinilai strategis. Jadi, sambung Ida, Cascading OPD lainnya dan OPD harus mampu membuang kebiasaan lama ego sektoral.

“Jadi, harus berkerja bersama-sama untuk menyelesaikan masalah bersama di Kabupaten Serang ini,” ajak mantan Kepala Bagian (Kabag) Aset Setda Pemkab Serang ini.

Lebih lanjut mantan Camat Ciruas ini mengatakan, pihaknya juga dalam upaya mengejar peningkatan penilaian SAKIP akan lebih menekan lagi OPD karena setiap daerah permasalahannya berbeda. Dengan membuat pohon kinerja itu, tambah Ida, maka bisa diketahui apa yang menjadi tupoksi OPD yang perlu diangkat.

“Jadi, semua nomenklatur di struktural seperti tahun ini di masa pandemi Covid-19, mereka (OPD-red) bisa menemukan masalahnya masing-masing, terutama IPM (Indeks Pembangunan Manusia),” harapnya.

Saat ini, kata Ida, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menekankan pemulihan ekonomi dari sisi pariwisata, lalu sisi pendidikan dan kesehatan yang terdampak pandemi Covid-19 membutuhkan pemulihan untuk lima tahun ke depan.

Sekadar informasi, Rakor dihadiri Evaluator KemenPAN-RB terkait Evaluasi SAKIP dan PMPRB Umu Hanifah melalui virtual. Kegiatan digelar Bagian Organisasi Setda Pemkab Serang yang menghadirkan perwakilan OPD terkait.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Setda Pemkab Serang Farida menambahkan, pembinaan yang dilakukan KemenPAN-RB merupakan agenda rencana aksi Bagian Organisasi terkait akuntabilitas kinerja pemerintah daerah dan implementasi reformasi birokrasi yang menjadi agenda rutin.

“Kali ini mempertajam penyusunan pohon kinerja berdasarkan RPJMD yang terbaru dan renstra (rencana strategis) OPD terbaru. Jadi, agenda kita ke depan, mengeksistensi lagi semua OPD oleh tim penyusunan pohon kinerja,” terangnya.

Sedangkan terkait penurunan penilaian SAKIP, setahu Farida, akibat perubahan indikator dan ekspektasi dari Menpan-RB sehingga menyebabkan semua daerah mengalami penurunan penilaian SAKIP dari A menjadi BB lantaran meningkatnya ekspektasi penilaian tersebut.

Yang pasti, kata Farida, pihaknya selalu menargetkan capaian kinerja OPD semakin baik kualitasnya dan terpenting implementasinya.

“Misalnya pelayanan publik harus lebih baik dari sebelumnya dan jumlah penurunan angka kemiskinan. Semua itu indikator semakin membaiknya kinerja pemda yang memengaruhi nilai SAKIP,” pungkasnya. (zai)

Back to top button