HeadlinePemerintahanPeristiwa

Pemkab Serang Segel Tempat Hiburan Malam di Dua Kecamatan

SERANG, LB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melalui Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penyegelan tiga Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Serang-Jakarta, tepatnya di Kecamatan Ciruas dan Kragilan pada Selasa (31/5/2022). Penyegelan dilakukan lantaran ketiga THM tidak mengantongi izin atau illegal, selain meresahkan masyarakat sekitar.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Serang M Iskandar mengungkapkan tiga THM yang disegel di dua kecamatan tersebut, yakni Scorpio dan Lavo Padomoan di Kampung Nambo, Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, serta Moro Seneng di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan.

“Penyegelan kami lakukan lantaran THM melanggar Perda (Peraturan Daerah) Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum, serta Perlindungan Masyarakat,” ungkap Iskandar dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, kemarin.

Kegiatan penyegelan juga dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang, jajaran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Serang, Diskominfosatik, Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Serang, Bagian Hukum Setda Pemkab Serang, jajaran Polres Serang, Korwas Polda Banten, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciruas dan Kragilan, serta tokoh masyarakat setempat.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Yogi Hernanto menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum melakukan penyegelan, pemanggalin pihak pengelola THM, surat peringatan tetapi diabaikan.

“Jika pihak pengelola THM merusak penyegelan, ancamannya masuk ranah hukum yang berlaku,” ancamnya.

Yogi menjelaskan, penyegelan dilakukan karena THM melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2018. Selain itu, Yogi juga memastikan, ketiga THM diketahui menjual minuman keras (miras) dan menyediakan wanita penghibur, selain tidak mengantongi izin operasional.

“Meskipun meminta, kami (Pemkab Serang-red) tidak akan memberikan izin untuk tempat hiburan malam,” tegasnya. (Nizar)

Back to top button