Hukrim

Pemkab Tangerang Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

TANGERANG, LBC– Tren angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang tahun ini menunjukkan tren penurunan. Pada 2018 sebanyak 245 kasus meningkat menjadi 275 kasus pada 2019 dan kembali menurun pada 2020 menjadi 150 kasus, hingga September tahun ini hanya 80 kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang Asep Jantika tidak menampik, sampai saat ini masih terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya.

“Tapi, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Tangerang tahun ini terus menunjukan tren penurunan. Berdasarkan data yang kita himpun, mulai dari tahun 2018 ada 245 kasus, tahun 2019 meningkat menjadi 275 kasus, tetapi kembali menurun tahun 2020 menjadi 150 kasus,” ungkap Asep kepada lingkarbanten.com, Senin (27/9/2021).

Bila dibandingkan tahun sebelumnya, diklaim Asep, kasus di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan signifikan.

Advertisement

“Secara data atau angka tahun ini kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami tren penurunan sekitar 80 kasus yang melapor. Yang jelas, kasus paling tinggi itu tahun 2019. Mudah-mudahan ini tidak ada tambahan lagi,” harapnya.

Menurut Asep, salah satu faktor penyebab turunnya angka kasus karena mulai tumbuhnya kesadaran dan rasa saling peduli di antara masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan mencegah terjadinya kekerasan di lingkungannya.

Selain itu, lanjut Asep, pihaknya juga mempunyai program Perlindungan Anak – Perempuan Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat desa/kelurahan yang gencar disosialisasikan selama pandemi Covid-19 secara virtual.

“PATBM ini sudah dijalankan dan sudah terbentuk di 161 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Adapun unsur yang tergabung program PATBM, kata Asep, pihaknya melibatkan relawan dari desa/kelurahan, seperti, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain sebagainya.

“Kita terus berupaya menekan angka kasus kekerasan perempuan dan anak dengan terus menyosialisasi secara langsung atau virtual,” katanya.

Asep berharap, tahun ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak ada lagi penambahan. Kemudian, diharapkan juga semua lapisan elemen masyarakat dan swasta harus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Ketika ada kasus kekerasan itu, secepatnya harus melaporkan kepada kami supaya nantinya korban atau pelaku kekerasan segera dapat ditangani,” harapnya. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button