Pemerintahan

Pemkot Cilegon Dorong Peningkatkan Ekonomi Keluarga Cegah Stunting

CILEGON, LB– Dalam rangka mencegah kasus stunting sesuai intruksi Presiden, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon mendorong program peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.

Hal itu terungkap pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVIII tingkaDPt Kota Cilegon di Pendopo Walikota Cilegon, Selasa (2/11/2021). Acara yang mengusung tema ‘Keluarga Keren Cegah Stunting’ itu dihadiri langsung Walikota Cilegon Helldy Agustian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cilegon, Kepala DP3AKB Cilegon Heni Anita Susila, para Camat se-Kota Cilegon, dan Kader Cilegon Mandiri.

Dalam sambutannya, Walikota Cilegon Helldy Agustian menilai, keluarga menjadi poin terdepan. Menurutnya, sukses tidaknya suatu bangsa dan suatu negara ditentukan oleh keluarga. Lantaran itu, keluarga menjadi hal penting bagaimana mendidik generasi ke depan.

“Kalau keluarganya baik, bapak-ibunya ajarannya bagus, anaknya akan menjadi baik.” Tutur Helldy.

Advertisement

Kata Helldy, saat ini Indonesia sedang mendapat bonus demografi, dimana anak-anak milenial tumbuh dan berkembang secara nasional. Dengan adanya sentuhan yang baik dari orangtua, Ketua RT, RW, lurah, camat, walikota, bupati, gubernur, hingga presiden, kaa Helldy, maka ke depan Cilegon, Provinsi Banten, bahkan Indonesia akan melahirkan generasi emas.

“Itu harapan kami,” ujar Helldy.

Para pemenang lomba peringatan Harganas XXVIII Kota Cilegon berfoto bersama.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Cilegon Heni Anita Susila menjelaskan, peringatan Harganas XXVIII 2021 yang mengusung tema ‘Keluarga Keren Cegah Stunting’ sesuai intruksi Presiden Jokowi kepada Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) Hasto Wardoyo yang ditunjuk sebagai koordinator percepatan stunting seluruh Indonesia.

“Kami di daerah mendapatkan instruksi dari Kepala BKKBN bahwa stunting menjadi fokus untuk penanganannya di setiap daerah,” ujarnya.

Disebutkan Heni, saat ini kasus stunting pada anak di Indonesia hampir 27,7 persen, sementara di Cilegon 23,4 persen. Meski persentase kasus masih di bawah nasional, kata Heni, tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) pihaknya bagaimana menurunkan angka stunting sampai di angka 14 persen pada 2024.

Kata Heni, tugas yang cukup berat itu menjadi fokus, karena permasalahannya dinilai genting. Menurutnya, banyak faktor penyebab anak menjadi stunting, mulai dari kurang asupan gizi dipicu faktor ekonomi. Selain itu faktor kebiasaan sosial budaya yang melarang makanan tertentu bagi anak-anak, sehingga anak yang dikandung menjadi kurang asupan gizi.

Sedangkan penyebab utama, menurut Heni, yakni faktor ekonomi, dibuktikan mayoritas anak-anak yang terkena kasus stunting tumbuh dari keluarga yang kekurangan ekonomi.

“Untuk itu kita sedang fokus berupaya meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Salah satunya dengan memberdayakan perempuan,” terangnya.

Selain itu, kata Heni, Pemkot Cilegon juga sudah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting yang diketuai Walikota dan anggotanya lintas sektor, seperti DP3AKB, Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pendidikan (Dindik), dan dinas terkait lainnya.

“Pokoknya, kita semua bergerak bersinergi. Dan tahun depan mulai action. Kita kuatkan tekad bahwa stunting di Cilegon harus segera turun, maksimal di bawah nasional, minimal 10 persen,”  tegas Heni dengan nada optimistis.

Sekaddar informasi, dalam rangka memeriahkan peringatan Harganas XXVIII 2021 di Cilegon, DP3AKB Cilegon menggelar berbagai lomba, meliputi lomba Kampung KB, Praktik Mandiri Bidan se-Cilegon, lomba Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita, Remaja, dan Lansia, Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), lomba PLKB. Total ada 11 mata lomba yang langsung diumumkan pemenangnya serta diberikan hadiah

“Pesan kami, keluarga Cilegon harus berkualitas, harus sehat sejahtera,” pesan Heni.

Heni mengimbau masyarakat Cilegon, khususnya kaum ibu untuk menjaga dan membimbing anak-anak agar menjadi generasi penerus bangsa ke depan yang bisa membangun Cilegon, umumnya Indonesia.

“Tentu Ini tidak mudah, karena perlu dukungan semua, baik keluarga, pemerintah maupun stakeholder lain dalam upaya membangun keluarga, membangun masyarakat, dan membangun Kota Cilegon,” imbaunya. (*/Eko/zai)

Back to top button