Inovasi

Pemkot Tangerang Siagakan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak

Tersebar di 104 Kelurahan 13 Kecamatan Kota Tangerang

TANGERANG, LB– Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menyiagakan tim Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak di 104 kelurahan 13 kecamatan di Kota Tangerang. Satgas berfungsi menerima laporan dan menindaklanjuti tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Jatmiko mengatakan, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak sudah terbentuk di semua kecamatan di Kota Tangerang. Dibentuknya Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, dijelaskan Jatmiko, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melaporkan ketika melihat atau mengalami kekerasan.

“Satgas ini sudah terbentuk di 13 Kecamatan dan kini hampir menyeluruh ada di 104 Kelurahan Kota Tangerang,” ungkap Jatmiko kepada awak media di halaman kantor Pemkot Tangerang, Kamis (7/10/2021).

Kata Jatmiko, Satgas dalam penangangan laporan bekerjasama juga dengan unsur Kejaksaan, Kepolisian, hingga Kementerian Agama sehingga penyelesaian masalah maksimal.

Advertisement

“Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak selalu evaluasi bersama Kepolisian, Kejaksaaan, dan Kementerian Agama. Mereka siap sedia menerima laporan dari warga sehingga dapat dilakukan penanganan lebih dini,” terangnya.

Menurut Jatmiko, penting membangun kesadaran warga agar mau melapor sehingga persoalan bisa segera diselesaikan. Masyarakat juga, kata Jatmiko, dapat melapor ke Personil Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di tingkat RT/RW. Dalam penangangan persoalan perempuan dan anak, pihaknya juga tidak memungut biaya meski pelayanan dilakukan hingga pendampingan bagi korban oleh psikolog.

Dijelaskan Jatmiko, PATBM merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

“Warga juga dapat melaporkan kepada Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) atau melalui hotline 112,” pungkasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button