Pendidikan

Pendidikan Politik Siswa, SMP IT Al-Itqon Balaraja Gelar Miniatur Pemilu

TANGERANG, LBC – Dalam rangka memberikan pendidikan politik terhadap siswa, Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Al-Itqon di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang menggelar miniatur Pemilihan Umum (Pemilu) di sekolah, Jumat (10/9/2021).

Praktik penyelenggaraan miniatur Pemilu diikuti siswa kelas IX dengan memperagakan penyelenggaraan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden sekolah masa bhakti satu tahun. Gelaran pesta demokrasi sekolah itu diikuti dua pasangan calon (paslon). Yakni, paslon nomor urut 1 atas nama Mahardika Yafi dan Adelia Noer Safira dan paslon nomor urut 2 atas nama Nayla Mesa Ayu dan Egi Maulana.

Kedua paslon itu, memperebutkan 178 suara dari siswa lainnya dengan sistem pencoblosan seperti Pemilu aslinya, yakni di bilik suara yang telah disiapkan panitia. Sementara siswa yang bertindak sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni atas nama Rihhadatul Dhiya Ulhaq.

Alhasil, paslon nomor urut 1 meraih 84 suara, sementara paslon nomor urut 2 berhasil meraih 88 suara, dan sisanya enam suara tidak sah. Dengan demikian, paslon nomor urut 2 unggul dan berhasil terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden sekolah masa bhakti 2021-2022.

Advertisement

Presiden sekolah terpilih, Nayla Mesa Ayu mengaku, turut serta pada Pemilu sekolah karena ingin memajukan sekolahnya. Ke depan, Nayla berjanji, akan terus mendorong rekannya di sekolah agar meningkatkan minat belajar.

“Sekarang ini (mengikuti organisasi di sekolah-red) waktu yang tepat untuk belajar agar memiliki sikap percaya diri dan mengenal organisasi beserta sistem kerjanya,” terangnya.

Nayla mengaku bercita-cita ingin menjadi seorang pemimpin masa depan, dimulai dari keterlibatannya pada organisasi. Dengan terpilihnya sebagai Presiden sekolah, Nayla berjanji, secepatnya membentuk kabinet kerja, termasuk merangkul calon nomor urut 1 untuk bersama-sama belajar berorganisasi.

“Saya punya semangat belajar, karena ingin jadi pemimpin yang berakhlaqul karimah. Nanti, Adellia dan Mahardika juga akan jadi pengurus, menjabat sekretaris dan bendahara atau bagian lain,” terangnya.

Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Adellia Noer Safira menilai, diselenggarakannya Pemilu mikro di sekolah membuatnya belajar berorganisasi. Hal itu dirasakannya saat melakukan kampanye di sekolah memimpin tim susksesnya. Meskipun belum terpilih menjadi Wakil Presiden, Adellia tidak berkecil hati. Bahkan langsung mengucapkan selamat kepada paslon nomor urut 2 yang terpilih.

“Semoga membawa perubahan memimpin santri SMP IT Al-Itqon. Saya Adellia dan Mahardika akan membantu Presiden dan Wakilnya bersedia ikut di kepengurusan mereka jadi bagian apa aja,” tukasnya.

Terkait itu, Kepala SMP IT Al-Itqon Balaraja Tangerang Agus jamaludin menjelaskan, diselenggrakannya miniatur Pemilu di sekolah sebagai pendidikan politik dasar skala mikro terhadap siswa binaannya. Mekanismenya juga, kata Agus, sesuai dengan tahapan – tahapan pada Pemilu Presiden sesungguhnya.

 Tujuannya, agar para siswa mengenal dan memahami tahapan menjadi pemimpin di Indonesia. Selain itu, pihaknya sengaja menggunakan istilah Presiden dan Wakil Presiden yang statusnya setara dengan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), guna membangkitkan nuansa Pemilu sebagaimana umumnya.

“Praktiknya mulai dari pembentukan KPU, pendaftaran calon, debat kandidat, kampanye melalui timses, sampai pencoblosan di bilik suara. Semua itu dalam bimbingan para guru di sekolah,” jelasnya. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button