Hukrim

Pengakuan Karyawan Pinjol di Tangerang Pasca Digerebek Polisi

Pelaku Terancam Kena Lima Pasal

TANGERANG, LB– Karyawan usaha Pinjaman Online (Pinjol) di Kawasan Green Lake City, Blok C1 Nomor 7, Cipondoh, Kota Tangerang mengaku tidak pernah mengetahui ada aplikasi illegal di tempatnya bekerja.

Seperti diketahui, Kantor Usaha Pinjol bernama PT Indo Tekno Nusantara ini sebelumnya digerebek Polda Metro Jaya hingga mengamankan 32 karyawan, termasuk manajemen dan dilakukan pemeriksaan, Kamis (14/10/2021) pagi. Perusahaan sering menagih utang pinjaman online dengan ancaman kekerasan dan menyebar video porno.

Salah seorang karyawan Pinjol, Afifah mengaku, baru satu bulan bekerja di usaha Pinjol tersebut. Namun, ia mengaku, tidak pernah menyangka jika ditempatnya bekerja terdapat aplikasi ilegal.

“Kalau saya yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), saya bertugas sebagai DC (Desk Collection),” ungkapnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Advertisement

Senada disampaikan karyawan Pinjol lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan, tempat bekerjanya sudah beroperasi beberapa bulan. Ia mengaku sudah dua bulan bekerja dan ditempatkan di lantai tiga.

“Iya saya baru bekerja dua bulan ini,” ujarnya saat diwawancarai dengan rekaman tersembunyi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pada pelaku diduga menggunakan dua jenis penagihan. Pertama langsung mendatangi peminjam dengan ancaman-ancaman jika peminjam tidak membayar. Kedua menggunakan jasa Debt Collector yang mengancam melalui media sosial (medsos) atau per telepon.

“Bahkan kami temukan penagihan dengan ancaman memperlihatkan gambar-gambar pornografi. Nanti kami akan kenakan pasal pornografi juga di sini,” ancamnya.

Jadi, lanjut Yusri, Debt Collector akan mengirimkan gambar-gambar pornografi kepada peminjam sehingga membuat stres para korban dan pada akhirnya memaksakan diri melakukan pembayaran. Diungkapkan Yusri, ada 32 orang sementara yang diamankan di lokasi untuk sealnjutnya dilakukan pemeriksaan, serta lokasi usaha juga dipasang police line.

“Kita akan dalami semuanya,” tegasnya.

Kata Yusri, Kapolri sudah menyampaikan cara yang harus dilakukan dalam penegakkan hukum, yakni preemtif dengan melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa di masa pandemi jangan tergiur dengan tawaran-tawaran para pelaku.

Biasanya pelaku akan melakukan penawaran bagus, tetapi sebenarnya menjerumuskan masyarakat, itulah edukasi edukasi kami melalui medsos,” terangnya.

Kedua, lanjut Yusri, tindakan preventif dimana jajarannya dari Dit Reskrimsus akan melakukan patroli di dunia ciber, serta berkoordinasi dengan stakeholder untuk menutup aplikasi yang digunakan Pinjol tersebut. Disebutkan Yusri, pelaku akan dikenakan Undang-undang Konsumen, Undang-undang ITE, Undang-undang Perdagangan, juga Undang-undang pornografi yang ditemukan.

“Pelaku juga kena KUHP Pengancaman secara langsung, akan kami tindak tegas seluruhnya,” tegasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button