Hukrim

Pengedar Tembakau Gorilla Diciduk Polisi di Kolam Renang Cimanggu

PANDEGLANG, LBC – Satuan Reserse Narkoba Polres Pandeglang menangkap pengedar narkotika jenis tembakau gorilla yang merupakan warga Kecamatan Cimanggu, Pandeglang berinisial J (31). Penangkapan pelaku terjadi pada Sabtu (21/8/2021) lalu di depan objek wisata kolam renang, Cisiih Water Boom di Kampung Cisiih, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Pandeglang.

Kasat Narkoba Polres Pandeglang AKP Akhmad Dheny mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari masyarakat setempat. Kemudian tim Opsnal Satres Narkoba melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku yang merupakan warga Kecamatan Cimanggu.

Dalam penangkapan tersebut, petugas melakukan penggeledahan terhadap pelaku dan berhasil menyita barang bukti berupa puluhan bungkus plastik klip bening yang berisi narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat keseluruhan kurang lebih 45,78 gram.

Selain itu, lanjut Dheny, petugas juga mengamankan satu buah handphone merk Oppo type A3 warna ungu, tiga kertas paper merk buffalo bill, satu bungkus plastik klip merk GPP berisikan plastik bening klip kosong, dan satu buah tas warna hitam merk gearafig. Dari hasil interogasi, kata Dheny, pelaku mengakui bahwa barang haram tersebut miliknya yang didapatkan dari seseorang di media sosial (medsos) Instagram. Menurut Dheny, pelaku masih terhitung pemain baru karena baru memulai bisnis haramnya pada Agustus tahun ini.

Advertisement

“Pelaku biasanya menjual barang itu ke temannya atau sama yang dia kenal saja. tidak dijual bebas,” ungkap Dheny dalam siaran pers yang diterima lingkarbanten.com, Selasa (24/8).

Lebih lanjut Dheny mengatakan, pelaku biasanya memesan barang haram tersebut melalui medsos dan mengirimkan sejumlah uang sesuai barang yang dipesan. Setelah uang diterima, selanjutnya pelaku dihubungi oleh pemasok untuk mengambilnya di lokasi yang telah ditentukan.

“Jadi, sistemnya tidak bertemu langsung, tapi pelaku mentransfer uang dulu. Nanti kalau uangnya sudah keterima, pelaku akan dihubungi kembali untuk mengambil barangnya. Pelaku biasanya menjual barang itu seharga Rp50 ribu untuk satu bungkus tembakau gorila,” bebernya.

Guna pemeriksaan, lanjut Dheny, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Pandeglang guna penyidikan lebih lanjut. Diungkapkan Dheny, atas kasus itu tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika juncto Permenkes Nomor 04 tahun 2021 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Atas perbuatannya pelaku terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun,” ungkapnya. (rie/zai)

Back to top button