Desa

Pengelolaan BUMDes Belum Optimal, Wabup Pandeglang Angkat Bicara

PANDEGLANG, LBCWakil Bupati (Wabup) Pandeglang Tanto Warsono Arban menilai pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah Pandeglang belum optimal. Sumber Daya Manusia (SDM) disinyalir menjadi penyebab utama BUMDes tidak berkembang.

Tanto meminta pengelola BUMDes lebih kreatif dan inovatif mengembangkan jasa usahanya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di desa. Menurut Tanto, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pengelolaan BUMDes optimal. Di antaranya ketersediaan SDM. Katanya, banyak BUMDes gulung tikar akibat para pengelolanya tidak mampu bertahan merintis BUMDes.

“Biasanya para pengelola BUMDes tidak tahan di awal-awal tahun, tahun pertama sampai tahun ketiga usaha yang terus merugi,” ujar kepada lingkarbanten.com di ruang kerjanya, Senin (23/8/2021).

Tanto berharap, BUMDes menjadi wadah atau organisasi bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, ia meminta, pengelola BUMDes mencari terobosan dan menggali potensi untuk peluang usaha baru yang ada di desa agar terus berkembang.

Advertisement

“Jangan hanya terpaku untuk membuka warung serba ada. Banyak usaha yang dapat dikembangkan oleh BUMDes, tergantung kondisi desanya masing-masing,” sarannya.

Tanto menilai, BUMDes memiliki peran penting bagi kemajuan perekonomian masyarakat di desa. Oleh karena itu, Tanto meminta, pengelola BUMDes bisa menunjukkan kemampuan dan komitmennya dalam mengembangkan usaha. Soalnya, kata Tanto, era pemerintahan saat ini sangat mendukung pembangunan Indonesia dengan adanya kucuran Dana Desa dari tahun ke tahun yang semakin meningkat. 

“Dengan adanya dukungan tersebut, tentunya kita sebagai pelaku harus terus bersemangat dalam memajukan perekonomian desa melalui BUMDes,” tandasnya.

Terkait itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Doni Hermawan tidak menyangkal, masih banyak BUMDes yang pengelolaannnya belum optimal. Diungkapkan Doni, dari 326 BUMDes yang tercatat di DPMPD, baru 200 BUMDes yang sudah berjalan.

“Memang masih banyak yang belum optimal pengelolaannya (BUMDes-red). Makanya, ke depan akan segera kita selesaikan persoalan itu,” tegas mantan Camat Karangtanjung ini.

Menurut Doni, penyebab utama belum optimalnya pengelolaan BUMDes karena terbentur pengoptimalan potensi di desa masing-masing. Padahal, kata Doni, tujuan utama pembentukan BUMDes untuk mengelola secara optimal semua potensi desa demi kepentingan masyarakat.

“Nah, sekarang ini masih banyak desa yang kebingungan bagaimana cara mengelola potensi yang ada di desa masing-masing,” pungkasnya. (rie/zai) 

Back to top button