HeadlinePeristiwa

Jadi Tersangka, Pengemudi Honda City Terancam Enam Tahun Penjara

PANDEGLANG, LB-Pengemudi sedan Honda City MZS (21) yang terlibat kecelakaan maut menabrak tiga orang dan mengakibatkan satu orang di antaranya tewas di Pandeglang ditetapkan menjadi tersangka. Pengemudi dinilai lalai dan terancam dikenakan persangkaan berlapis dengan ancaman enam tahun penjara.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga yang dikonfirmasi Lingkar Banten di Halaman Mapolda Banten, Senin (1/11/2021).

Diketahui, berdasarkan rekaman CCTV, berawal tiga orang sedang berada di pinggir jalan, lalu tiba-tiba datang mobil Honda City dengan kecepatan tinggi menabrak ketiga orang itu tanpa sempat menghindar.

“Pengemuda ditetapkan menjadi tersangka melihat fakta hukum yang jelas pasca pemeriksaan saksi-saksi yang melihat peristiwa kecelakaan lalu lintas itu. Penyidik juga telah meminta bukti rekaman CCTV yang terpasang di salah satu tempat di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ungkap Shinto.

Advertisement

Kata Shinto, tersangka dikenakan persangkaan berlapis yaitu Pasal 310 ayat (4) dan ayat (2) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, yaitu karena kelalaian terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka.

“Ancaman pidananya enam tahun penjara,” ujarnya.

Pihaknya, kata Shinto, sudah melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap MZS. Shinto memastikan, hasil pemeriksaan urine di RS di Pandeglang, tidak ditemukan adanya indikasi narkoba atas tersangka.

Diketahui, kecelakaan terjadi di Jalan Cibaliung, Babakan Nangka, Desa Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Sabtu (30/10/2021) sekira pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban dan rekannya Aspuri membawa kendaraan roda dua tanpa plat nomor tengah mengisi bensin di kios warga. Dari arah Cibaliung, muncul sedan City yang dikemudikan MZS dengan kecepatan tinggi lalu menghantam keduanya yang sedang menunggu di pinggir jalan.

Korban bernama Bukhori seketika tewas mengenaskan di lokasi kejadian. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button