BisnisUMKM

Pertahankan Tradisi Umat Muslim, Raup Cuan Hingga Puluhan Juta

Berkah Ramadan Usaha Jualan Bungkus Ketupat di Pasar Kranggot, Cilegon

Memasuki Ramadan hingga tiba Hari Kemenangan Idul Fitri banyak cara dilakukan pedagang agar tetap bisa usaha, tak terkecuali usaha berjualan bungkus ketupat yang sudah menjadi tradisi tahunan umat muslim ternyata mampu menghasilkan keuntungan di luar dugaan.

Erling Cristin – Cilegon

Sabtu (16/4/2022) sore itu di Pasar Kranggot Cilegon cuaca cukup bersahabat. Tampak bungkus ketupat mulai menghiasi sepanjang jalan menuju pasar. Ada yang sengaja digeletakkan di jalan beralaskan plastik, ada pula yang dibungkus menggunakan karung beesar.

Di salah satu lapak penjual bungkus ketupat di pinggir jalan, sejumlah perempuan paruh baya terlihat begitu terampil membentuk bungkus ketupat dari janur berwarna hijau kekuningan. Diawali dengan melingkarkan janur panjang di tangan, lalu disulam hingga membentuk bungkus ketupat yang rapi dan seukuran.

Advertisement

Kedatangan wartawan untuk menanyakan proses pembuatan bungkus ketupat yang menjadi rutinitas di setiap Ramadan mendekati Hari Raya Idul Fitri itu mendapatkan sambutan senyum ramah dari penjual tersebut.

“Boleh Tanya-tanya kan bu soal usaha bungkus ketupat,” tanya wartawan. “Ya silakan enggak apa-apa,” jawab salah satu penjual bungkus ketupat tersebut sambil tersenyum.

Siapa sangka jika hanya berjualan bungkus ketupat, pedagang itu mampu meraup keuntungan hingga Rp10 Juta per hari. Diakui Sayaroh (53), salah satu penjual bungkus ketupat, jika mereka menjual bungkus ketupat karena sudah memasuki hari ke-15 Ramadan.

“Biasanya kalau hari ke-15 Puasa itu suka ada tradisi Kunutan,” terang Sayaroh.

Dijelaskan Sayaroh tradisi Kunutan adalah acara makan bersama di Masjid dan berbagi makanan dengan olahan ketupat.

“Kan sudah 15 hari neng puasanya, di sini (Cilegon-red) biasa ada acara selamatan di Masjid makan bersama nanti malam,” jelas Sayaroh sembari mengayam janur menjadi bungkus ketupat.

Sayaroh bersama rekan-rekannya membuat bungkus ketupat.

Sayaroh cukup lihai membuat bungkus ketupat, karena sudah lama dilatihnya selain usaha turun temurun keluarga. Syaroh mengaku menjajakkan lapak dagangannya dari sejak pukul 04.00 WIB di pinggir jalan sebelum memasuki kawasan pasar.

Sayaroh mengaku, setiap hari usahanya itu mampu memperoleh keuntungan cukup signifikan. Pengakuan Sayaroh, sampai pukul 12.00 WIB saat ditemui wartawan sudah menjual lebih dari 10.000 bungkus ketupat.

“Dari subuh sampai sekarang itu sudah lebih dari 10.000 kali bungkus ketupat yang kejual,” akunya sambil menunjukkan mimik bahagia. Para pembeli siang itu tidak berhenti berdatangan membeli bungkus ketupat milik Sayaroh.

Per ikat isi 10 bungkus ketupat dibanderol Syaroh Rp10 ribu. Tidak hanya Sayaroh yang berjualan bungkus ketupat di Pasar Kranggot, tetapi dia melihat peluang besar menjalani usahanya, karena memasuki tradisi umat muslim Kunutan dan jelang Hari Raya Idul Fitri biasanya banyak peminat.

“Ya, alhamdulillah, sehari bisa dapat untung nyampai kali Rp10 juta, nanti hasilnya kan dibagi-bagi buat ngehidupin keluarga, supaya bisa ikut lebaran juga,” pungkasnya. (*).

Back to top button