Hukrim

Polda Banten Ungkap Jaringan Narkoba di Tiga Wilayah

SERANG, LB-Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Banten berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu di tiga wilayah, yakni Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak.

Dalam pengungkapan kasus itu, sebanyak tiga orang kurir yang berhasil diamankan, yakni HD (34) warga Kecamatan Cadasari, Pandeglang, TH (31) warga Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, dan RMK (36) warga Kecamatan Cibadak, Lebak.

Hal itu terungkap dalam konferensi pers oleh Direktur Resnarkoba Polda Banten Kombes Pol Martri Soni didampingi Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga di Mapolda Banten, Selasa (2/11/2021).

Diresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Martri Soni mengatakan, hasil penangkapan tersangka HD dan TH ditemukan barang bukti berupa empat plastik klip berisi kristal bening yang diduga sabu seberat 314,64 gram. Sementara dari tersangka RMK (36) berhasil diamankan barang bukti satu kantong plastik klip yang di dalamnya berisi sabu sebanyak 30.52 gram.

Advertisement

Kata Soni, tersangka HD dan TH ditangkap di depan masjid tidak jauh dari rumahnya pada Minggu (24/10/2021) sekira pukul 15.30 WIB. Sedangkan RMK ditangkap saat nongkrong di pos ronda tidak jauh dari kediamannya juga sekira pukul 22.00 WIB, Selasa (26/10/2021).

Soni menambahkan, pengungkapan peredaran narkoba di wilayah hukum Polda Banten itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang diterima jajarannya.

“Jadi pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari informasi dan langsung kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Soni menyatakan, ketiga tersangka merupakan jaringan sabu berbeda. Tersangka HD dan TH merupakan kurir yang ditugaskan bandar berinisial I (DPO) untuk mengambil sabu di Jakarta.

“Setelah mendapatkan sabu, keduanya selanjutnya diperintahkan untuk mengantarkan barang haram itu kepada pemesan di daerah Pandeglang,” jelasnya.

Sedangkan RMK, lanjut Soni, juga melakukan hal serupa atas perintah dari Bandar berinisial LUR (DPO) untuk mengambil sabu di daerah Sumur Kondang, Kecamatan Cadasari, Pandeglang. Setelah mengambil sabu yang disembunyikan di sekitar gorong-gorong drainase, tersangka RMK diperintahkan LUR untuk mengantarkan kepada pemesan.

Lebih lanjut, Soni mengatakan, peran para tersangka yaitu TH alias OP adalah penghubung kepada bandar I (DPO) dan menjadi pemberi perintah kepada HD untuk mengambil narkoba ke bandar, kemudian mengedarkannya di wilayah hukum Polda Banten.

Berdasarkan keterangan tersangka, tambah Soni, TH alias OP sudah lima kali mendapat perintah mengambil barang dari I (DPO) dengan upah tiap pengambilan sekira Rp3 juta sampai Rp4 juta, dan HD sendiri mendapatkan keuntungan sekira Rp1 juta per pengambilan barang.

“Sedangkan RMK berperan sebagai pengedar narkoba di wilayah Banten, mendapat keuntungan dari harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual dari bandar I (DPO),” terangnya.

Atas perbuatan para tersangka, penyidik Ditresnarkoba Polda Banten menjerat pasal berlapis yaitu Pasal 114 dan atau Pasal 112 dan Pasal 132 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mininal 8 tahun penjara.

Di tempat yang sama, Kabid Humas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menambahkan, modus operandi para tersangka tidak mudah untuk diidentifikasi, perlu ketelitian dan keuletan dari penyidik untuk dapat mengungkap modus tersebut dan menangkap para pelakunya.

Untuk modus yang telah diidentifikasi, lanjut Shinto, yaitu para pelaku lapangan tidak diberikan akses berkomunikasi dengan bandarnya, serta pengiriman barang tersembunyi, menempatkan narkoba dalam kantongan di tempat-tempat yang tidak lazim, seperti di bawah tiang penerangan jalan, di bawah gapura, di gorong-gorong, serrta di tempat sampah dan lainnya.

Untuk itu, Shinto mengajak seluruh masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya peredaran narkoba. Katanya, narkoba merupakan musuh bersama, karena bisa merusak generasi penerus bangsa.

“Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat di wilayah hukum Polda Banten bersama-sama memutus peredaran narkoba ini,” ajaknya.

“Silahkan masyarakat laporkan ke pihak kepolisian jika menemukan atau mencurigai adanya peredaran narkoba di lingkungan masing-masing,” pesannya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button