HeadlineHukrim

Polres Pandeglang Bekuk Peracik Miras Oplosan yang Tewaskan 3 Warga

PANDEGLANG, LBC – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang berhasil membekuk DK (25) dan AS (23), dua kawanan terduga peracik miras oplosan yang menewaskan tiga warga di Kecamatan Menes. Kedua pelaku ditangkap di kediamannya di Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Pandeglang, pada Rabu (15/9/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah membenarkan, adanya penangkapan terhadap kedua terduga pelaku peracik miras oplosan yang menewaskan tiga warga tersebut. Kata Kapolres, perintah penangkapan tertuang dalam surat nomor Sp. Kep/105/IX/2021 untuk terduga pelaku DK (25) dan nomor : Sp. Kep/106/IX/2021 untuk terduga pelaku AS (23).

“Benar, keduanya kemarin telah diamankan oleh anggota Unit II Tipidter Satreskrim Polres Pandeglang. Keduanya dibawa ke Mapolres Pandeglang guna penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Kapolres kepada awak media dalam konferensi pers di ruang Humas Polres Pandeglang, Kamis (16/9/2021).

Disampaikan Belny, modus operandi yang lakukan kedua terduga pelaku yaitu meracik lima liter alkohol 70 persen dengan campuran air minuman Coca Cola, bubuk Nutrisari Rasa Jeruk Nipis, bubuk Extra Joss dan air tawar mentah yang kemudian dibagikan kepada teman – temannya saat kumpul di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Advertisement

” Tersangka membeli minuman alkohol 70 persen sebanyak lima liter dalam bentuk jerigen melalui aplikasi online,” ungkapnya.

Dari tangan kedua pelaku, kata Belny, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu botol kosong tempat air minum warna merah muda berukuran satu liter, satu botol kosong tempat air minum warna merah muda ukuran 500 mililiter, satu botol kosong tempat air minum warna merah muda ukuran 250 mililiter, satu buah teko plastik kosong warna transparan.

Kemudian, tujuh bungkus kemasan kosong minuman serbuk instan merk Nutrisari rasa Leci, satu buah gelas sloki ukuran sekira 50 mililiter, satu handphone warna hitam merk Samsung type Galaxy M11, 1 handpone warna merah merk Vivo model 1817, 1 buah teko plastik kosong dengan warna transparan, satu buah Jerigen plastik berwarna putih ukuran lima liter berisikan cairan berwarna kecoklatan sebanyak sekira 200 mililiter.

Akibat perbuatannya, kata Belny, kedua pelaku dijerat Pasal 89 ayat (2) Jo Pasal 76 J Ayat (2) UU. RI No 35 tahun 2014, tentang Perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama sepuluh tahun dan Pasal 204 Ayat (1) Dan/Atau Ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun. (M Hafidz Faturohman/zai)

Back to top button