HeadlineHukrim

Polres Serang Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal di Pontang

SERANG, LB -Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang berhasil menggagalkan aksi penyelundupan Tenaga Kerja Ilegal (TKI) di wilayah Pontang, Kabupaten Serang, Banten. Petugas pun menangkap NN (43), warga Desa Linduk, Kecamatan Pontang yang hendak menyalur TKI secara ilegal menuju Arab Saudi.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria mengatakan, NN ditangkap di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 55 karena diduga akan melakukan pengiriman TKI secara ilegal ke Saudi Arabia.

“Jadi NN ini akan mengirimkan warga kita keluar negeri ke Arab Saudi untuk dipekerjakan,” ungkap Yudha saat konferensi pers di Mapolres Serang, Rabu (22/6/2022).

Aksi penangkapan, kat Yudha, bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa pada Sabtu 18 Juli 2022 akan ada mobil yang akan memberangkatkan calon pekerja ilegal Indonesian ke luar negeri.

Advertisement

“Kami langsung menindaklanjutinya dan kami memberhentikan sebuah mobil Toyota Cayla dengan Plat nomor A 1274, ditemukan satu orang atas nama RM Warga Cikesal yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” terangnya.

Dari kendaraan Toyota Cayla yang dikemudikan tersangka NN, lanjut Yudha, petugas mengamankan barang bukti empat buah paspor, buku tabungan, satu unit handphone, uang Rp1.850 ribu, serta satu tiket pesawat.

Dari hasil pemeriksaan, kata Yudha, diketahui NN juga menampung tujuh calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) lainnya di kediaman pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Yudha, personil Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) langsung bergerak ke rumah pelaku di Desa Linduk, Kecamatan Pontang.

Berdasarkan pengakuan NN, disebutkan Yudha, dalam praktek pengiriman TKI ilegal tersebut tidak sendiri, tetapi dengan jaringan.

“Jadi ada AS, koordinator pemberangkatan, AR perannya mencari calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan di Bima PT seorang perempun yang akan menampung di Bekasi, mereka masuk ke Dalam Pencarian Orang (DPO). Sementara modusnya, mereka visanya wisata bukan untuk bekerja,” bebernya.

Atas perbuatannya, kata Yudha, tersangka NN dijerat Pasal 2, 4 dan Pasal 10 UU RI Nomor 21/2007, tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selain itu juga dikenakan Pasal 81 Jo Pasal 86 UU Nomor 18/2007 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta UU Nokor 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Kita kenakan juga pasal perlindungan anak dikarenakan dari ketujuh tenaga kerja migran Indonesia ini ada yang usianya di bawah 17 tahun,” ancamnya.

Kapolres Serang AKBP Yudha Satria memberikan keterangan soal pengungkapan kasus penyelundupan TKI Ilegal di Pontang dalam konferensi pers di Mapolres Serang, Rabu (22/6/2022).

Sementara itu, tersangka NN mengaku praktek penyelundupan TKI ilegal sudah dilakukannya sejak 2016 setelah pulang dari Arab Saudi sehabis bekerja.

“Saya dari bos mendapatkan Rp4 juta per TKI. Dan sejak pertama sampai sekarang sudah kurang lebih seratus orang yang sudah diberangkatkan. Mayoritas warga di sekitar saya, di Pontang,” akunya.

Salah satu korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ia dijanjikan gaji Rp7 juta per bulan dan tidak ada potongan.

“Katanya aman-aman saja dan saya tidak tahu kalau ilegal. Awalnya juga saya mintanya bukan di Arab Saudi tapi Singapura,” aku korban. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button