News

Polresta Tangerang Terjunkan 2.188 Personel Amankan Pilkades

TANGERANG, LB– Sebanyak 2.188 personel gabungan melakukan pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Tangerang. Ribuan personil itu melakukan pengamanan di 953 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 77 desa yang menyelenggarakan Pilkades di Kabupaten Tangerang.

Personil gabungan itu terdiri atas unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Sebelum melakukan pengamanan, personil gabungan mengikuti apel Pergeseran Pasukan dengan sandi Operasi, ‘Aman Pilkades Maung 2021’, di Lapangan Maulana Yudha Negara, Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Sabtu (9/10/2021).

Apel pasukan dipimpin Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro. Turut hadir Wakapolresta Tangerang AKBP Leonard M Sinambela, Kabag Binops Biro Ops Polda Banten, AKBP Afrizal, Kaur Binops Dit Samapta Polda Banten, AKBP Syamsul, Danyon C Resimen 1, Kompol Eko Budiman, Danyon B Brimobda Polda Banten Kompol Septiono, Danyon C Brimobda Polda Banten Kompol Julianur Sidik Sarbini, para pejabat utama Polresta Tangerang, dan para Kapolsek beserta jajarannya.

“Apel pergeseran pasukan diselenggarakan kesiapan akhir pengamanan Pilkades, terutama terkait kekuatan personel, kelengkapan peralatan, sarana prasarana, dan kesiapan,” jelas Wahyu selaku Inspektur Apel Pasukan.

Advertisement

Diungkapkan Wahyu, ada 77 desa di Kabupaten Tangerang yang menggelar Pilkades. Namun, hanya 64 Desa di 18 kecamatan di wilayah hukum (Wilkum) Polresta Tangerang, dengan jumlah pemilik hak suara mencapai 404.086 tersebar di 953 TPS. Sementara 13 desa lainya berada di Wilkum Polres Metro Kota Tangerang dan Polres Metro Tangerang Selatan (Tangsel).

“Jadi personel Polri yang ditugaskan pengamanan sebanyak 2.080 orang, terdiri dari 700 personel dari Polresta Tangerang, 1.080 personel BKO Polda Banten, serta 300 personel Brimobda Banten dibantu satuan TNI serta linmas,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, ada hal yang perlu diantisipasi, di antaranya potensi sabotase, teror bom, pengrusakan, pembakaran TPS, pengamanan kotak suara dan surat suara, serta pengamanan sarana prasarana pendukung lainnya.

Selain itu, diantisipasi kemungkinan adanya intimidasi kepada panitia, petugas Pilkades, dan pemilih yang hendak menggunakan hak pilihnya. Juga kemungkinan adanya money politic atau sering disebut dengan istilah ‘serangan fajar’. Lalu, kemungkinan adanya pemilih ganda, pemilih yang sah tidak terdaftar, serta penggunaan kartu pemilih milik orang lain.

Selain itu juga mencegah terjadinya provokasi dari oknum-oknum tertentu untuk menggagalkan jalanya Pilkades dan potensi-potensi kerawanan yang lain sampai penghitungan suara, serta pengiriman kembali logistik ke kabupaten.

Wahyu SB melanjutkan, seluruh jajaran memiliki tanggung jawab mengawal terselenggaranya Pilkades yang aman dan damai.

Sekedar informasi, komposisi personel pengamanan terdiri atas 700 personel Polresta Tangerang dan polsek jajaran, 1.080 BKO Polda Banten, 300 personel BKO Brimobda Polda Banten, 108 personel BKO Brimobda Resimen 1. Komposisi itu ditambah personel dari unsur TNI, Satpol PP, dan Linmas. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button