News

PPKM Level 4, Rumah Makan dan Kafe di Tangerang Diawasi Ketat

TANGERANG, LBC–  Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Tangerang ada sedikit kelonggaran, terutama untuk pelayanan di rumah makan, kafe, dan restoran. Kendati demikian, operasional kafe dan restoran akan mendapatkan pengawasan ketat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang agar tidak terjadi pelanggaran.

Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif H mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap usaha restoran, rumah makan, dan kafe selama masa perpanjangan PPKM Level 4 Jawa – Bali hingga 23 Agustus 2021. Sesuai aturan, kata Boyke, hanya rumah makan area terbuka yang diperbolehkan melayani makan di tempat dengan kapasitas maksimal 25 persen serta waktu makan dibatasi 30 menit. Sedangkan pelaku usaha restoran, rumah makan, dan kafe yang areanya tertutup, sambung Boyke, sementara masih belum diperbolehkan melayani makan di tempat. Ia mencontohkan jenis rumah makan tertutup itu seperti Pizza Hut dan Hokben.

“Tapi kalau menyediakan tempat makan diluar dibolehkan makan di tempat sesuai aturan protokol kesehatan. Sesuai surat edaran Walikota, jam makan operasional juga dibatasi sampai pukul 20.00 WIB,” ujar Boyke melalui sambungan telepon seluler, Rabu (18/8/2021).

Sedangkan untuk perhotelan yang memiliki ballroom, lanjutnya, sampai saat ini masih belum diperbolehkan menggelar kegiatan pernikahan ataupun rapat. Namun masih diperbolehkan melaksanakan akad nikah, hanya dengan pembatasan jumlah yang hadir maksimal 25 orang.

Advertisement

Atas dasar aturan itu, kata Boyke, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat kepada para pelaku usaha dan memantau penerapan protokol kesehatan apakah sesuai aturan yang terbaru atau tidak.

“Kita punya tim pengawasan pengendalian jasa usaha pariwisata. Terus nanti dibantu tim bidang lain. Kita akan rutin lakukan pengawasan kepada pelaku usaha apakah menerapkan prokes sesuai aturan terbaru,” tandasnya.

Terkait itu, Media Relation Tangcity Mal Kota Tangerang Intan Amalia memastikan, kesiapan operasional mal saat ini terus dimatangkan agar sesuai aturan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan. Sebanyak 21 titik QRCode untuk pengunjung, kata Intan, disiapkan agar memudahkan pengunjung yang masuk melakukan screening dengan gawainya.

“Karyawan dan pengunjung akan melalui treatment yang sama. Jika ada pengunjung yang belum divaksin, maka dipastikan tidak akan bisa masuk,” tegasnya.

Bagi pengunjung usia di bawah 12 tahun, lanjutnya, saat ini tidak diperbolehkan masuk karena tidak memenuhi persyaratan. Untuk operasional mal, pihaknya berencana akan mulai kembali beroperasi pada 19 Agustus 2021.

“Siap, Insya Allah akan kembali beroperasi hari ini (19 Agustus 2021-red),” pungkasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button