Pemerintahan

PPKM, Pengusaha Kuliner Cilegon Ngadu ke Walikota

CILEGON, LBC- Sejumlah pelaku usaha kuliner di Kota Cilegon yang tergabung Forum Kewirausahaan Pemuda Cilegon (FKP) menemui Walikota Cilegon Helldy Agustian di gedung kantor Pemkot Cilegon, Jumat (30/7/2021). Mereka mengadukan terkait penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dan level IV yang dinilai sudah merugikan usaha mereka.

Anggota FKP itu sengaja mengajak Walikota dialog sambil mengenakan kemeja warna putih sebagai bentuk protes dengan diterapkannya kebijakan yang dinilai merugikan pihaknya.

Seperti yang disampaikan salah satu anggota FKP, Iman yang mengaku menyerah jika PPKM diperpanjang dengan format seperti sebelumnya di Kota Baja tersebut.

“Makanya kami pakai seragam putih sebagai simbol menyerah dengan kebijakan yang diambil pemerintah. Apalagi kebijakan ini terus berlanjut sampai saat ini,” keluhnya.

Advertisement

Anggota FKP lainnya, Adi Sudrajat menambahkan, pihaknya sengaja datang menemui Walikota Cilegon untuk menyampaikan permasalahan yang saat ini dialami pedagang kuliner di Cilegon. Katanya, penghasilan pengusaha kuliner turun drastis sejak diterapkan PPKM darurat, apalagi adanya penutupan jalan protokol saat malam hari.

“Kami rata-rata baru jualan mulai jam lima sore sampai jam delapan malam disuruh tutup. Bahkan, jam setengah delapan malam saja sudah ada patroli dari Satgas Covid-19 kami disuruh tutup. Ini yang kami rasakan saat ini,” keluhnya.

Adi mengaku, akibat kebijakan PPKM darurat yang membatasi waktu jualan pedagang membuat usahanya sangat terpukul. Bahkan penghasilannya terjun bebas. Pernah Adi membuka usaha siang hari, tapi tidak berlangsung lama karena konsumen sepi tidak seperti malam hari.

“Mungkin masalah waktu saja. Karena yang kami lihat hanya beberapa jam saja buka dan enggak terasa kemudian ditutup. Jadi, keinginan kami waktu tutup diperpanjang seperti biasa. Kami tetap terapkan prokes (protokol kesehatan-red) kok,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, keluhan pengusaha kuliner akan ditampung pihaknya. Dijelaskan Helldy, aturan PPKM darurat dikeluarkan pemerintah pusat dan harus diterapkan oleh semua daerah. Kendati demikian, Helldy berjanji, akan melonggarkan aturan penutupan jalan protokol agar tidak berlaku untuk pengusaha online. Pihaknya akan meminta Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Cilegon di lapangan agar tidak melakukan patroli sebelum pukul 20.00 WIB.

“Tapi untuk permintaan memberi kelonggaran pedagang berjualan hingga lebih dari pukul 20.00 WIB memang tidak bisa. Sabar semuanya, nanti tanggal 2 Agustus juga akan ada evaluasi. Kalau bisa maju waktu dagangnya,” katanya. (Anto/zai)

Back to top button