HeadlineNasional

Puan Maharani: Antisipasi Lonjakan Covid Memasuki Liburan Nataru

TANGERANG, LBC– Sejumlah kota di Provinsi Banten sudah zona kuning dari Covid-19 seiring terus menurunnya bed occupancy ratio (BOR). Namun demikian, Ketua DPR RI Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi dalam kunjungannya ke Kota Tangerang, Kamis (23/9/2021) berpesan agar seluruh unsur dapat mewaspadai lonjakan Covid-19 memasuki liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Puan menilai, saat ini Pemberlakukan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah mulai longgar. Kendati demikian, Puan mengingatkan agar masyarakat tidak abai dan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes). Terlebih, kata Puan, saat ini memasuki penghujung tahun.

Putri mantan Presiden RI Soekarno Putri itu pun meminta, semua pihak bersama elemen masyarakat mulai mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 menjelang akhir tahun 2021. Ia pun meminta kepala daerah di Banten agar mampu bersinergi dengan berbagai pihak. Kemudian, TNI/Polri juga diminta Puan untuk mengantisipasi momen sebelum atau seusai libur Nataru.

“Sebagaimana kita antisipasi libur panjang akan datang di Desember sampai Januari itu Nataru,” pesan Puan didampingi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke SMKN 2 Kota Tangerang.

Advertisement

Pesan kewaspadaan oleh Puan itu diiringi pujian terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang berhasil menurunkan angka Covid-19. Mulai dari kasus harian sampai BOR.

“Sekarang kasus (Covid-19-red) menurun, walaupun tingkat PPKM dilaksanakan ini tentu saja tidak mungkin bisa kita lepas gitu saja, harus terap hati-hati,” sarannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Per 27 Juli 2021 jumlah kasus aktif positif Covid-19 di Provinsi Banten tembus di angka 43.898 kasus. Namun, per 20 September 2021 jumlah kasus positif menurun hingga 1.057 kasus atau 97 persen dalam waktu tiga bulan.

Saat ini, BOR atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di Banten yang sebelumnya menembus angka 98 persen, kini turun menjadi 4,2 persen. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button