Peristiwa

PWI Tangerang Sesalkan Pengusiran 4 Wartawan di Gedung DPRD

TANGERANG, LB– Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tangerang Sangky Wahyudin menyesalkan pengusiran empat wartawan yang sedang meliput Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis, (30/9/2021) oleh Humas Sekertariat DPRD. Padahal, pimpinan RDP dari Komisi IV DPRD Jayusman memperbolehkan rapat diliput media.

Sangky mengaku heran dengan Humas DPRD yang melarang wartawan meliput dengan alasan akan menyiapkan naskah rilis. Menurutnya, itu tidak masuk akal dan tidak dapat diterima menurut prinsip profesionalitas jurnalistik, karean sudah membatasi ruang gerak wartawan untuk memperoleh informasi yang akan disajikan secara menarik kepada publik. Selain itu, kata Sangky, hal itu sudah mengakibatkan terjadinya informasi satu arah.

“Publikasi satu arah dengan mereka mengirim naskah atau berita itu bukan informasi yang menarik. Mereka menjadikan media sebagai corong kepentingan mereka (DPRD-red),” tukasnya saat dimintai tanggapan melalui sambungan telepon seluler, Kamis (30/9/2021).

Ditegaskan Sangky, wartawan berhak mencari, mengumpulkan, dan menyebarkan informasi sesuai Undang- Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers sebagai wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan memperoleh Informasi bagi publik atau masyarakat luas bisa tercapai sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28.

Advertisement

“Yang Jelas, saya (Ketua PWI-red) menyangkan masih saja ada sikap tidak terbuka oleh DPRD atau siapapun yang melarang wartawan memperoleh informasi. Untuk Humas DPRD, silakan baca dan pelajari Undang – Undang Pers. Bagi Sahabat- sahabat wartawan, teruslah berkarya,”  pesannya.

Menanggapi pernyataan Ketua PWI Kabupaten Tangerang, Sekretaris DPRD Asep Suherman berjanji, akan mendalami pengusiran terhadap empat wartawan saat RDP.

“Saya akan cross chek (periksa ulang) dulu sama staf yang hadir saat RDP, termasuk yang bersangkutan (Subarna-red),“ tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, empat orang wartawan yang meliput wilayah Kabupaten Tangerang, Deri (Redaksi24.com), Alvian, (Satelitnews), Iqbal (Lingkarbanten.com dan Mediabanten.com) serta Putra (Jurnaldaily.co) diusir Bagian Humas yang bertugas sebagai juru tulis Subarna saat sedang meliputi Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas soal Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Komplek Mutiara Garuda, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang yang sudah tiga kali digelar. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button