Peristiwa

Ratusan Unggas Ternak Mati Mendadak Resahkan Warga Jombang

CILEGON, LBC- Sejumlah warga di Kelurahan Jombangwetan, Kecamatan Jombang resah. Soalnya, dalam sepekan ini mendapati ratusan unggas jenis bebek dan beberapa ekor ayam mati mendadak. Sampai saat ini belum diketahui penyebab kematian unggas-unggas tersebut.

Seperti yang diungkapkan salah satu warga Jombangewtan, Irwan bahwa kejadian banyaknya hewan ternak jenis unggas yang mati mendadak sudah terjadi tiga hari lalu.

“Tadinya saya pikir hanya seekor atau dua ekor (uggas yang mati mendadak-red), nggak tahunya banyak sekali. Kasihan para peternak hewan jenis unggas itu,” ungkap Irwan, Selasa (3/8/2021).

Hal senada juga diungkapkan Joko. Katanya di lingkungannya banyak ayam mati mendadak di tengah kondisi cuaca sedang pancaroba dan pandemic Covid-19 saat ini membuat resah warga setempat. Joko khawatir, kematian ratusan ternak secara mendadak tersebut akibat Covid-19.

Advertisement

“Tapi, saya belum dapat info, apakah Covid-19 menular ke hewan ternak jenis unggas. Kalau iya, harus segera dilakukan sterilisasi,” sarannya.

Sementara itu, salah seorang peternak hewan unggas, Faisal ketika dikonfirmasi tidak menyangkal hewan ternak jenis unggas miliknya banyak yang mati mendadak. Bahkan, kini jumlahnya mencapai ratusan ekor, tiap kandang diisi puluhan hewan unggas.

“Tadinya mati sekitar satu dua ekor tiap hari. Kemudian tiba-tiba, ada lagi puluhan yang mati mendadak. Jelas kami sangat rugi. Apalagi ini jenis usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” keluhnya.

Faisal mengaku, sampai saat ini belum mengetahui penyebab kematian ratusan hewan ternaknya tersebut. Ia juga mengaku belum sempat melapor kepada dinas terkait, mengingat banyaknya hewan ternak yang mati dan langsung dibakar sebelum dikubur.

“Nggak tahu, saya baru mengalaminya sekarang ini. Padahal, pakan dan air minum sudah saya ganti. Kemudian saya tambah vitamin. Barangkali terdampak perubahan cuaca pancaroba, tapi semakin hari semakin banyak yang mati,” keluhnya.

Faisal berencana melaporkan kasus kematian massal hewan ternak miliknya itu pada Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Cilegon agar bisa mencari solusi menyelamatkan hewan ternak miliknya  yang masih hidup.

“sekarang saya sedang data hewan ternak yang masih hidup di kandang. Kalau dibilang rugi, jelas rugi, karena belum sempat panen. Hewan ternak unggas saya itu masih berumur sekitar tiga bulanan,” aku pria yang akrab disapa Ical itu.

Sementara itu, salah satu Staf DKPP Cilegon Havid mengaku belum mendapat informasi terkait kejadian hewan ternak mati mendadak di Jombang.

“Belum ada laporannya ke kami. Tapi kalau melihat ciri-ciri serta foto, kematian massal hewan ternak jenis unggas itu disebabkan adanya infeksi agen penyakit, seperti bakteri dan virus dalam usus. Tapi nanti kami akan cek lokasi,” ujarnya. (anto/zai)

Back to top button