Hukrim

Sayembara Kasus Pembakaran Kadus di Boyolali

JAWA TENGAH – Tersangka kasus kadus (kepala dusun) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah masih buron. Polsek Simo membuat sayembara untuk menangkap tersangka. Seperti diberikan sebelumnya, seorang kadus di Desa/Kecamatan Simo tewas dianiaya dengan cara dibakar hingga tewas. Korbannya adalah seorang pria bernama Bintang Alfatah (55). Sedangkan tersangka pria berinisial MYN (59).

Kanit Reskrim Polsek Simo, Aiptu Budiarto membenarkan, tersangka hingga kini masih buron.

Budi mangaku, pihaknya mengalami sejumlah kendala. Ini lantaran MYN melarikan diri tanpa membawa alat komunikasi dan dirinya sudah sering hidup merantau.

“Bagi masyarakat yang mengetahui informasi dan keberadaan tersangka harap menghubungi saya atau pihak kepolisan setempat,” ujarnya seperti dikutip Tribunnews.com Senin (19/7/2021).

Advertisement

Budi mengungkapkan, pihaknya juga menggelar sayembara kasus kadus yang bertujuan agar tersangka bisa segera ditangkap.

“Kami membuat sayembara agar masyarakat dapat memberikan informasi terhadap tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang,” jelas Budi.

Budi mengatakan, sayembara kasus kadus sudah dibuat sejak satu pekan lalu. Dalam sayembara, pertama masyarakat yang dapat memberikan informasi keberadaan tersangka awalnya akan diberikan imbalan Rp3 juta.

“Kemarin saya naikkan imbalannya menjadi Rp5 juta,” katanya.

Seperti diketahui, antara korban dan pelaku saling mengenal lantaran keduanya terlibat transaksi jual beli rumah. Bagaimana kelengkapan informasi dari kasus ini? Berikut sajian fakta-faktanya:

1. Kronologi

Kejadian bermula saat korban mendatangi rumah pelaku pada Sabtu (26/6/2021) pukul 13.00 WIB.

Rumah terletak di RT 15 RW 05, Dukuh Tempuran, Desa/Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Kedatangan korban untuk menanyakan nasib rumah yang saat ini ditempati pelaku.

Pasalnya rumah tersebut sudah dibeli korban dari pelaku. Namun sudah lebih dari lima tahun pelaku belum juga mengosongkan rumah. Setelah ditanya, pelaku tak menjawab malah tiba-tiba menyiramkan bensin jenis pertalite ke tubuh korban. Pelaku lalu menyalakan korek api gas berwarna hijau dan membakar korban. Lalu korban keluar rumah dan meminta tolong kepada warga. Mendengar suara minta tolong warga langsung memadamkan api.

2. Kata Camat

Camat Simo, Waluyo Jati membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, Bintang merupakan seorang kadus di Desa Simo. “Bintang menjadi korban penganiayaan oleh seorang warga berinisial MYN dengan cara dibakar,” beber Waluyo.


3. Alami Luka Bakar Hampir 50 Persen

Lebih lanjut Waluyo membeberkan, Bintang mengalami luka bakar sekira 49,5 persen. Ia juga mengatakan, barang-barang seperti sisa bensin jenis pertalite, sebuah korek api gas warna hijau yang digunakan pelaku, serta kaos milik Bintang yang terbakar sudah dibawa pihak Polsek Simo. “Kejadian tersebut sudah kami laporkan dan barang-barang tersebut sudah kami serahkan ke polisi. Kini pelaku masih melarikan diri,” ungkapnya.

4. Dirawat Intensif

Hingga Senin (28/6/2021) kemarin, korban masih dirawat intensif,mengingat luka bakarnya serius. Bintang dirawat di RSUD Simo. Waluyo mengatakan, tubuh korban mengalami luka bakar sekitar 50 persen.

“Dari pinggul sampai kepala luka bakarnya. Saat ini masih di rawat RSUD Simo dan belum jadi dirujuk ke Rumah Sakit di Solo” jelasnya.

Korban akhirnya meninggal dunia pada Kamis (1/7/2021) pukul 01.30 WIB di RSUD Simo.

5. Motif Pelaku

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin menduga, motif insiden tersebut terkait jual beli tanah antara korban dengan pelaku. “Jual beli tanah belum selesai. Korban sebagai pembeli tanah dan pelaku penjual tanah itu,” jelasnya.

Atas tindakan kasus penganiayaan tersebut, pelaku bisa dijerat Pasal 187 ayat 2, jo Pasal 351 KUHP.

“Ancaman hukuman 12 tahun hingga 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Kapolsek Simo, AKP Sunoto menambahkan, pihaknya masih melakukan pengejaran pelaku pembakaran.

“Sudah memeriksa beberapa saksi, baik dari teman hingga orang terdekat pelaku,” katanya.

Dia menambahkan, total ada lima lokasi yang sering didatangi pelaku. “Termasuk rumah orangtuanya di Klaten juga sudah dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan akan didalami penyelidikan lebih lanjut. “Pelacakan terhadap pelaku sudah dilakukan, namun terkendala karena handphone pelaku ditinggal di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” katanya. (zai)


Back to top button