Hukrim

Sepekan, Bea Cukai Banten Gagalkan Dua Pengiriman Paket Rokok Ilegal

TANGERANG, LBC, – Dalam satu pecan terakhir, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten berhasil menggagalkan dua kali pengiriman paket rokok ilegal. Penindakan dua pengiriman paket itu berada di wilayah Serang dan Tangerang.

Kepala Kanwil DJBC Banten Rahmat Subagio mengatakan, pihaknya gencar melakukan operasi pasar di berbagai wilayah di Provinsi Banten dalam rangka mengkampanyekan Operasi Gempur Rokok Ilegal. Pengawasan rokok illegal, kata Rahmat, dilakukan pada jalur distribusipun massif.

“Dalam sepekan terakhir, kami berhasil melakukan dua kali penindakan terhadap pengiriman paket rokok illegal,” ungkap Rahmat.

Penindakan pertama, diungkapkan Rahmat, dilakukan Tim P2 Kanwil DJBC Banten pada Selasa (7/9/2021) di sebuah kontrakan yang menyimpan rokok berbagai merek tanpa dilekati pita cukai. Kronologis penindakan, dijelaskan Rahmat, pada Selasa pihaknya mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman rokok ilegal di daerah Pasar Kemis.

Advertisement

Kemudian, pihaknya menerjunkan Tim P2 Kanwil DJBC Banten untuk bergerak melakukan pemantauan di daerah tersebut. Hingga pukul 08.30 WIB, terpantau seorang “EP” yang diduga sedang membawa rokok illegal. Tim lalu segera melakukan pencegahan terhadap orang tersebut dan ditemukan beberapa rokok ilegal.

Tim kemudian melakukan pengembangan dan menanyakan dimana tempat penyimpanan rokok ilegal tersebut. Selanjutnya Tim dibawa menuju ke sebuah rumah kontrakan di Jalan Rambutan 6, Blok B-10, No.23, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, untuk melakukan pemeriksaan. Didampingi pemilik kontrakan bersama Ketua RT, Tim P2 selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap tempat tersebut dan ditemukan sekira 12 koli rokok berbagai merk.

Dari hasil pencacahan 12 koli rokok illegal tersebut, terbagi atas 15.600 batang SKM merk ‘Nat Geo Mild’, 82.000 batang SKM merk ‘HJS Subur Mild’, 94.800 batang SKM merk ‘Dalill Bold’, 15.600 batang SKM merk ‘Guci’, 12.000 batang SKM merk ‘Lois Bold’, 7.000 batang SKM merk ‘Luxio’, 6.000 batang SKM merk ‘Luffman’; masing-masing tidak dilekati pita cukai, dan 800 batang SKM merk ‘Ok Bold’. diduga dilekati pita cukai palsu.

“Total keseluruhan sekira 233.800 batang, dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp238.476.000 dan potensi kerugian negara sekira Rp156.720.816,” beber Rahmat.

Penindakan selanjutnya, lanjut Rahmat, terjadi pada Selasa (14/9/2021) pukul 04.00 WIB- pukul 05.00 WIB. Lokasi penindakan berada di Patung Tugu Debus, Jalan Jenderal Sudirman, Panancangan, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang,

Kata Rahmat, penindakan kembali dilakukan Tim Bidang P2 Kanwil DJBC Banten setelah mendapat informasi dari tim analis intelijen yang menyatakan terdapat pengiriman paket rokok ilegal dari Jepara menuju Serang diangkut menggunakan bus. Tim kemudian melakukan patroli darat untuk melakukan pemantauan.

Sekira pukul 04.00 WIB, kata Rahmat, terpantau bus dengan ciri-ciri yang diberikan. Tim P2 segera melakukan pemeriksaan terhadap bus yang diketahui milik PT Sahaalah di Patung

Tugu Debus, Serang. Pemeriksaan dilakukan sesuai SOP didampingi sopir dan kernet bus. Tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap muatan barang yang diangkut bus tersebut dan kedapatan paket karton berisi rokok ilegal (tanpa dilekati pita cukai-red) sebanyak lima koli.

Dari temuan tersebut, barang hasil penindakan langsung dibawa Tim P2 ke Kanwil DJBC Banten untuk penanganan lebih lanjut.

“Saat ini sopir bus pengangkut paket rokok illegal masih dimintai keterangan,” terangnya.

Dari hasil pencacahan oleh Tim P2 terhadap lima koli rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai itu, didapatkan jenis SKM merk ‘RQ Pro Rizquna’ sekira 92.000 batang dengan nilai barang keseluruhan mencapai Rp93.840.000 dan potensi kerugian negara sekira Rp61.669.440.

Kedua temuan itu, ditegaskan Rahmat, diduga melanggar Pasal 54 dan/atau Pasal 56 UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Para terperiksa saat ini dalam proses permintaan keterangan lebih lanjut, dan barang hasil penindakan diamankan di Kanwil DJBC Banten untuk proses hukum selanjutnya.

“Pandemi saat inii tidak mengurangi semangat kami untuk terus meningkatkan kinerja pengawasan dan penindakan peredaran rokok ilegal. Kami optimis untuk memberikan perlindungan bagi pelaku industri rokok di Indonesia yang tertib terhadap peraturan yang berlaku,” tegas Rahmat mengakhiri pembicaraan. (M Hafidz Faturohman/zai)

Back to top button