HeadlinePemerintahan

Serapan Anggaran Pemkot Tangerang Rendah, Ini Penyebabnya!

TANGERANG, LB– Memasuki penghujung tahun, serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang rendah, baru mencapai 49,60 persen. Target itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama mencapai 55,94 persen.

Berdasarkan data dari situs Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) bagian Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di lama https://monev.lkpp.go.id/ per September tercatat, anggaran Pemkot Tangerang untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung sebesar Rp4 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang 2021 sebesar Rp4,3 triliun.

Data dari situs, rencana paket pengadaan barang dan jasa Pemkot Tangerang tahun ini mencapai 4.511 paket, terbagi atas 2.943 paket barang, 113 paket konstruksi, 404 paket jasa konsultasi, dan 1.052 jasa lainnya.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah tidak memungkiri serapan anggaran tahun ini hingga Oktober masih rendah. Dijelaskan Arief, belum terserapnya anggaran karena masih ada sejumlah kegiatan yang saat ini masih sedang berjalan. Arief optimistis, serapan anggaran akan sesuai target akhir tahun.

Advertisement

“Ya, kita optimis serapan anggaran optimal, karena saat ini banyak kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan tapi anggarannya belum diserap. Contoh, seperti pembangunan jalan, pembangunan kantor, infrastruktur itu masih on going proses. Insya Allah optimis sampai akhir tahun,” ujar Walikota di halaman Pemkot Tangerang, Jumat (29/10/2021).

Selain masih banyaknya pekerjaan yang masih berjalan, kata Arief, penyebab rendahnya serapan anggaran juga dipicu adanya refocusing anggaran, serta perubahan APBD Provinsi Banten.

“Sudah disahkan baru ada pemotongan Bangub (Bantuan Gubernur), ada pemotongan bagi hasil, itu harus revisi kembali. Tapi, yang pasti sampai akhir tahun selesai,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto mengatakan, sisa anggaran yang belum terserap hanya tinggal menunggu waktu, karena banyak progres pekerjaan yang belum tuntas.

“Ini kan anggaran perubahan di akhir November dan di pertengahan Desember. Sedangkan APBD perubahan terjadi di Oktober, November, dan Desember,” terangnya seperti dikutip Redaksi 24.com.

Turidi memastikan, APBD Kota Tangerang bisa terserap hingga 85 persen.

“Kalau saya lihat progres pergerakan sudah mencapai 85  persen, sekitar bulan November-Desember nanti pasti semuanya akan terserap,” jelasnya. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button