HeadlineHukrim

Sering Berhubungan Intim, Selingkuhan Istri Tewas Dikeroyok Suami

PANDEGLANG,LBC – Terpancing emosi setelah mengetahui istri sering berhubungan intim dengan selingkuhannya di rumah, FS (30) dibantu tiga kerabatnya nekat melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan selingkuhan istrinya bernama Yudi Apriyadi tewas.

FS dan tiga kerabatnya itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. FS berhasil ditangkap Tim Opsnal Polres Pandeglang di kediamannya, Kampung Cicalung RT02/08, Kelurahan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (23/9/2021) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah membenarkan soal penangkapan FS, tersangka pembunuhan dipicu masalah perselingkuhan oleh Tim Opsnal Polres Pandeglang di kediamannya. Sedangkan tersangka lainnya EK (25), kata Belny, datang menyerahkan diri ke Mapolres Pandeglang diantar pihak keluarga. Sementara dua tersangka lainnya masih Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Iya betul, Tim Opsnal Polres Pandeglang berhasil mengamankan tersangka FS dan EK yang merupakan tersangka pembunuh Yudi Apriadi. Sementara dua tersangka lainnya masih DPO,” ungkap Belny kepada lingkarbanten.com di ruang kerjanya, Kamis (23/9/2021).

Advertisement

Baca Juga :Iman Bebas, Disambut Ratusan Simpatisan di Lapas Kelas 2A Serang

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pandeglang AKP Fajar Maulidi menyampaikan kronologis kejadian pembunuhan tersebut. Dijelaskan Fajar, tersangka FS sebelumnya sudah mengetahui soal kasus perselingkuhan istrinya berinisial NS dengan korban Yudi Apriadi melalui ponsel istrinya yang berisi adanya panggilan keluar, Vidio Call, dan chating via Whatsapp antara istrinya dan korban.

Kemudian FS memutuskan untuk pulang dari tempat kerjanya di Jakarta. Sesampainya di rumah, tersangka FS memanggil kakaknya ES (37) dan pamannya UN, serta temannya DI untuk datang ke rumahnya.

Selanjutnya, tersangka FS (30) menyuruh sang istrinya NS untuk memancing korban dengan cara menghubungi melalui telepon Whatsapp agar mau datang ke rumah. Korban yang mengetahui  bahwa di rumah NS tidak ada tersangka FS (30), korban langsung bergegas mendatangi rumah tersangka FS.

Setibanya di rumah NS, korban langsung masuk ke ruang tengah rumah. Dari situ, korban bukannya bertemu dengan NS, malah didihampiri tersangka atua suami NS. Kemudian NS dan korban diminta duduk di ruang tengah rumah dan diinterogasi oleh tersangka. Dari proses interogasi tersangka FS, NS dan korban akhirnya mengakui kalau mereka memang selingkuh dan sering melakukan hubungan intim di dapur rumah.

Kemudian ES (kakak tersangka) menjemput MI yang merupakan ayah korban. Setibanya MI di kediaman tersangka FS, saat itu tersangka FS langsung menjelaskan kasus perselingkuhan istrinya kepada MI yang merupakan ayah korban.

Mendengar kelakuan bejat anaknya itu, MI terpancing emosi dan langsung memukuli anaknya, disusul tersangka FS, kakak tersangka ES, serta dua kerabatnya ikut memukuli korban. Setelah dipukul bertubi-tubi, korban pingsan lalu dibawa ke Klinik Mulyajati oleh Ketua RW. Nahas, nyawa korban tidak tertolong setelah dinyatakan meninggal saat di Klinik.

“Untuk motifnya, berdasarkan keterangan dari tersangka FS, yaitu adanya perselingkuhan yang dilakukan oleh korban (Yudi Apriadi-red) dengan istri tersangka FS, yakni NS yang ketahuan melalui handphone NS,” jelasnya.

Akibat perbuatan sadis itu, kedua tersangka dijerat Pasal 338 atau 170 atau 351 ayat (3) KUHP,

tentang Tindak Pidana Pembunuhan atau Pengeroyokan atau Kekerasan yang Menyebabkan Kematian. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (M Hafidz Fathurrohman/zai)

Back to top button