HeadlinePemerintahan

Sidak Gedung KIR, Dewan Kotser Nilai Banyak Kekurangan

SERANG, LB – Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang melakukan sidak pembangunan Gedung KIR di Area Terminal Cipocokjaya, Kota Serang pada Rabu (29/6/2022). Wakil rakyat itu pun menilai pembangunan banyak kekurangan, diduga akibat perencanaan yang kurang matang.
Diketahui, Gedung KIR dibangun untuk sarana proses uji kelayakan kendaraan secara teknis. Sidak pun dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang Khoeri Mubarok.
Berdasarkan hasil pantauan, Khoeri menilai, pembangunan gedung KIR masih banyak kekurangan. Menurutnya, kekurangan tersebut tidak terlepas dari perencanaan yang kurang matang.
“Pasca selesai dibangun tahap pertama di Bulan Februari, itu tidak segera dilanjutkan ke tahap selanjutnya, sehingga pembangunan tahap kedua baru mau lelang. Sementara pengerjaan baru akan dilanjutkan sekitar awal Juli,” tukas Khoeri.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kota Serang Amanudin Toha mengaku kecewa dari hasil pembangunan gedung KIR.
“Saya jujur kecewa (hasil pembangunan-red), kita lihat bersama ini banyak sekali kekurangan,” tukasnya.
Atas kondisi itu, Aminudin akan menindaklanjutinya dengan meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memanggil pihak ketiga untuk segera memperbaikinya.
“Ini masih tanggung jawab penuh pihak ketiga, jadi harus diperbaiki,” desaknya.
Menanggapi hal itu, Fungsional Bagian Gedung Dinas PUPR Kota Serang Fagian menjelaskan, banyaknya kekurangan pada pembangunan Gedung KIR tidak terlepas dari persoalan keterbatasan anggaran.
“Jadi, karena Keterkaitan dengan anggaran, bukan berati tidak matang di perencanaan. Karena di perjalanan keterbatasan anggaran, jadi ada pemangkasan,” jelasnya.
Oleh karena itu, kata Fagian, pembangunan Gedung KIR baru dilakukan satu tahap dengan adanya pemangkasan anggaran dari Pemkot Serang.
“Jadi, gedung ini tetap harus dibangun dengan seadanya anggaran,” terangnya.
Total anggaran untuk pembangunan gedung KIR, disebutkan Fagan, yakni sebesar Rp3,6 miliar.
“Tapi dipangkas Rp1,7 miliar. Jadi, sisanya tahap dua,” jelasnya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button