HeadlineHukrim

Sidang Korupsi Masker, Terdakwa: Saya Dapat Arahan Bu Kadis

SERANG, LB– Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri (PN) Serang menggelar sidang dugaan kasus korupsi pengadaan masker KN95 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten di Ruang Sidang Sari, Pengadilan Negeri (PN) Serang, Kota Serang, Selasa (5/10/2021). Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi mahkota dan tiga terdakwa dalam sidang, terungkap bahwa salah satu terdakwa hanya akal-akalan membawa nama Kepala Dinkes untuk memudahkan segalanya.

Pantauan LingkarBanten.Com, sidang beragendakan pemeriksaan saksi mahkota dan terdakwa yang digelar pukul 11.20 WIB. Di persidangan tersebut, sebanyak tiga terdakwa yang hadir ke ruang sidang, yakni Lia Susanti, Agus Suryadinata, dan Wahyudin Firdaus. Ketiganya dicecar secara bergantian soal kronologis proses terjadinya pengadaan masker.

Agus Suryadinata merupakan orang yang meminjam nama perusahaan atas PT Right Asia Medika (RAM) dalam pengadaan masker yang dimiliki Wahyudin Firdaus selaku Dirut PT RAM. Diketahui, PT RAM tidak menyanggupi pengadaan jumlah masker yang mencapai 15 ribu pic, mengingat kondisinya sedang langka.

Sementara yang mencari pengadaan adalah Agus. Atas peminjaman bendera tersebut, Wahyudin menerima dana sebesar Rp200 juta dari pengadaan masker jenis KN95.

Advertisement

“Saya hanya mendapatkan fee pinjam bendera dari pekerjaan ini sebesar Rp200 juta. Yang mengerjakan secara teknis itu Pak Agus,” ungkap terdakwa Wahyudin saat memberikan keterangan di persidangan.

Sementara itu, Agus mengakui, untuk menemui pihak yang berkaitan dengan pengadaan di Dinkes sempat membawa-bawa nama Kepala Dinkes Provinsi Banten.

“Saya bilang ke Kania (Pegawai Dinkes Banten yang membantu PPK-red) saya diarahkan dari Ibu kadis,” akunya.

Padahal, diakui Agus, sebenarnya itu hanya akal-akalannya saja agar memudahkannya.

“Dapat arahan dari Ibu kadis sebenarnya tidak ada. Itu pandai-pandainya saya saja agar bisa ketemu. Makanya Ibu Kania mempersilahkan saya untuk bertemunya,” jelasnya.

Pada pertemuan pertama, kata Agus, Kania sempat tidak percaya sebelum akhirnya Agus mampu menyakinkan Kania dalam menyediakan masker.

“Bu Kania bilang yang sudah-sudah juga tidak ada realisasinya. Tapi saya bilang Insya Allah ada,” bebernya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button