Hukrim

Sidang Perdana, Artis Cynthiara Alona Terancam Hukuman 10 Tahun

TANGERANG, LBC- Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menggelar sidang kasus prostitusi yang melibatkan artis Cynthiara Alona sebagai terdakwa bersama dua rekannya yang berperan sebagai pengelola hotel dan mucikari, Kamis (5/8/2021). Berdasarkan informasi setelah sidang, Cynthiara cs terancam hukuman 10 tahun penjara.

Sidang perdana itu dilakukan secara tertutup dan daring atau online. Pembacaan dakwaan terhadap Cynthiara Alona cs dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang I Dewa Gede Wirajana. Kemudian, dalam persidangan sebagai hakim Ketua, yakni Mahmuriadin, dengan anggota I Arif Budi dan anggota II Fathul Mujib.

Sidang perdana kasus prostitusi melibatkan artis Cynthiara Alona secara daring dan tertutup.

Kasi Pidana Umum Kejari Kota Tangerang Dapot Dariarma mengungkapkan, persidangan perdana terdakwa yang berprofesi sebagai artis itu dilakukan secara daring karena bertepatan dengan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Cynthiara cs didakwa Pasal 88 juncto Pasal 76 huruf I UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman penjaranya 10 tahun,” ungkap Dapot kepada wartawan usai sidang.

Advertisement

Untuk sidang selanjutnya, kata Dapot, akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Katanya, ada tiga sampai empat orang yang akan menjadi saksi dalam persidangan mendatang.

“Agenda sidang selanjutnya minggu depan. Kami langsung ke pemeriksaan saksi, karena tidak ada eksepsi. Kami rencana saksi kurang lebih tiga-empat orang,” tutupnya.

Sebagai informasi, Cynthiara Alona ditahan polisi lantaran sebagai pemilik Hotel Alona yang dijadikan tempat praktik prostitusi. Selain dia, ada juga rekannya berinisial AA dan DA juga menjadi tersangka yang masing-masing memiliki peran pengelola hotel dan mucikari. Hotel milik Cynthiara Alona berada di Kreo, Larangan, Tangerang Selatan itu digerebek polisi pada Selasa (16/3) lalu. Penggerebekan dilakukan menyusul aduan masyarakat soal praktik prostitusi di lokasi tersebut. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button