Pendidikan

SMK IC Padarincang Lepas 107 Wisudawan, 12 Lulusan Langsung Diterima Kerja

SERANG, LB -Sekolah Menengah Kejuruan Islam Cendikia (SMK IC) Padarincang menggelar acara Pelepasan Wisuda ke-5 Tahun Pelajaran 2021-2022 di halaman SMK IC Padarincang, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Sebanyak 107 wisudawan wisudawati yang dilepas dari tiga jurusan. Terungkap, sebanyak 12 siswa yang lulus di antaranya sudah diterima bekerja di perusahaan.

Acara pelepasan berlangsung khidmat dan meriah. Diawali Marching Band yang mengiringi rombongan wisudawan wisudawati menuju lokasi acara, dilanjutkan aksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang mengawal tamu menuju ruang acara.

Tampak hadir Tokoh Pendiri Banten yang juga selaku Pembina SMK IC Padarincang Embay Mulya Syarif, Ketua Yayasan Islam Cendikia Uryati Susilawati, Kepala SMK IC Padarincang Didin Zaenal Mutakin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Padarincang, tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta dihadiri para wali siswa.

Prosesi pelepasan siswa tidak sampai di situ. Selain dibuka oleh pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul atraksi Pencak Silat, Upacara Adat Sungkeman Sunda, juga dilakukan tradisi sungkeman oleh perwakilan wisudawan wisudawati kepada ketua yayasan dan Kepala SMK, sebelum diakhiri foto bersama dan prosesi wisuda seluruh siswa lulusan.

Advertisement

Dalam sambutannya, Eri Masruri selaku Ketua Panitia Acara Wisuda berharap, apa yang dicita-citakan para siswa lulusan bisa tercapai sehingga dapat menanggakan sekolah dan orangtua.

“Selamat kepada kalian semua hari ini diwisuda. Harapan bapak, jadilah anak terbaik yang bisa dibanggakan orangtua dan kami. Ini bukan hari terakhir, tapi hari pertama di kehidupan sesungguhnya,” ucap Eri singkat.

Suasana acara Pelepasan Wisuda Angkatan ke-5 SMK IC Padarincang.

Sementara itu, Kepala SMK IC Padarincang Didin Zaenal Mutakin mengatakan, setelah tiga tahun membimbing 107 siswa yang diwisuda, sudah saatnya dilepas dan dikembalikan kepada orangtua. Dengan dibekali tiga program keahlian, kata Didin, para siswa lulusan selama perjalanan tiga tahun dinyatakan kompeten menurut perusahaan yang menguji.

“Selamat kepada siswa dan siswi, kepada wali siswa atas pelepasan. Alhamdulillah, satu kebanggaan tahun ini dengan masa tunggu nol hari, artinya belum kelulusan, ada 12 siswa yang sudah diterima bekerja. Bahkan, salah satu siswa sebelum ujian sudah diminta industri bidang teknik komputer dan jaringan di Jakarta,” ungkap Didin.

Untuk siswa lulusan lainnya, Didin meyakini, dengan kegigihan dan semangat, kerja keras, serta didorong doa, akan menjadi orang sukses dan membanggakan, serta membahagiakan orangtua dan sekolah. Kata Didin, dewan guru di SMK IC berat melepas para siswa dan dipastikan selama tiga tahun membimbing tidak menemukan ada siswa nakal.

“Permohonan maaf kepada bapak ibu dan wisudawan karena selama tiga tahun dewan guru masih jauh dari sempurna, jauh dari harapan. Mudah-mudahan apa yang sudah kami berikan bisa membawa berkah dan kemudahan dalam melangkah ke depan,” harapnya.

Prosesi sungkeman sunda perwakilan wisudawan wisudawati kepada Ketua Yayasan dan Kepala SMI IC Padarincang.

Terkait itu, Tokoh Pendiri Banten yang juga selaku Pembina SMK IC Embay Mulya Syarif juga mengucapkan selamat kepada wisudawan wisudawati yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikan SMK. Embay pun berpesan agar jangan pernah berhenti belajar sampai ijazah batu nisan, karena setelah ini para lulusan akan terjun ke kampus kehidupan.

“Tanggung jawab membina anak-anak bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah tangga. Orangtua harus memberikan contoh teladan yang baik,” pesannya.

Embay juga mengapresiasi siswa yang sudah diterima kerja atas prestasinya. Menurut Embay, kultur masyarakat Banten ibarat pepatah ‘Riung-riung Anak Cau’ atau enggak boleh kemana-mana oleh orangtuanya.

“Ini harus diubah kalau mau maju, lepas anak-anaknya. Saya berharap, para orangtua ikhlas melepas anak-anaknya untuk berkarir di dunia kerja atau wirausaha. Sukses itu kebanggaan diri, kebanggaan sekolah, dan kebanggaan orangtua,” pungkasnya. (Nizar)

Back to top button