Peristiwa

Sopir Truk Tangki dan Bus Terlibat Kecelakaan Beruntun Kabur

SERANG, LB– Sopir truk tangki pengangkut bahan kimia dan sopir, termasuk kondektur bus yang terlibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tabrakan beruntun di KM 74.900 Tol Tangerang-Merak, Minggu (17/10/2021) malam, melarikan diri atau kabur.

Diduga, mereka kabur setelah mengetahui salah satu penumpangnya tewas dalam kecelakaan tersebut. Hal itu pun dibenarkan Wakil Direktur (Wadir) Lalu Lintas (Lantas) Polda Banten AKBP Alfaris Pattiwael.

Sekadar diketahui, untuk kali kedua dalam sepekan terakhir Tol Tangerang-Merak kembali memakan korban akibat tabrakan beruntun. Kali ini melibatkan truk tangki, bus, dan Honda Brio di KM 74.900 A menuju arah Merak, Minggu (17/10/2021) malam yang menyebabkan satu penumpang dan 28 penumpang lainnya luka-luka.

“Saat ini kami masih melakukan pencarian ketiga orang itu (sopir truk dan sopir beserta kondektur bus-red). Insya Allah nanti akan kita temukan, sebab datanya juga sudah ada,” ungkap Alfaris usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Marga Mandalasakti (MMS), Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Senin (18/10/2021).

Advertisement

Kata Alfaris, apa yang dilakukan ketiga orang merupakan bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Jadi dalam aturan itu, pengendara kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan wajib menghentikan kendaraan yang dikemudikan, lalu memberikan pertolongan kepada korban,” jelasnya.

Selain itu, sambung Alfaris, penabrak juga harus melaporkan kecelakaan kepada kepolisian terdekat dan memberikan keterangan yang terkait dengan kejadian kecelakaan.

“Kalau tidak bertanggungjawab apalagi sampai kabur, kemungkinan besar nanti akan menjadi tersangka,” ancamnya.

Alfaris menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya juga akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

“Baru setelah semua terkumpul, kami bisa menentukan siapa saja yang akan menjadi tersangka. Yang pastinya kemungkinan lebih dari satu,” tandasnya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button