Kesehatan

Tekan Kematian Ibu Melahirkan, Pemkot Tangerang Luncurkan Dua Program

TANGERANG, LB– Dalam upaya menekan kematian ibu melahirkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengoptimalkan dua program di rumah sakit dan puskesmas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr Dini Anggraeni melalui sambungan telepon seluler, Selasa (16/11/2021).

Kedua program itu, yakni Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek) di rumah sakit dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (Poned) di puskesmas.

“Melalui dua program kami diharapkan mampu mengatasi kegawatdaruratan pertama. Untuk Poned itu pelayanan ada di 21 puskesmas,” ungkap Dini.

Advertisement

Sedangkan program Ponek di rumah sakit itu, dijelaskan Dini, menangani kasus rujukan yang tidak mampu dilakukan tenaga kesehatan (nakes) di tingkat layanan primer seperti dokter, bidan, perawat.

“Layanan ini disediakan selama 24 jam,” tegasnya.

Dini mengklaim, saat ini jumlah kematian ibu melahirkan di Kota Tangerang sangat rendah. Oleh karena itu, pihaknya meluncurkan dua program agar kasus-kasus di puskesmas Poned dirujuk ke rumah sakit Ponek maupun non Ponek.

Kasus itu, disebutkan Dini, yakni ibu hamil yang memerlukan rujukan agar segera ke rumah sakit. Seperti ibu hamil dengan panggul sempit, ibu hamil dengan riwayat bedah sesar, dan ibu hamil dengan perdarahan antepartum.

Selain itu, lanjutnya, jika ditemukan adanya hipertensi dalam kehamilan (preeklamsi berat/ eklamsi), serta ketuban pecah disertai keluarnya meconium kental.

Selain memerhatikan kesehatan ibu melahirkan, kata Dini, pihaknya juga mempunyai program kesehatan untuk orang lanjut usia (lansia) melalui aplikasi Kompak Sumringah (Komitmen Cegah Penyakit Tidak Menular, Semua Mandiri Bugar Bahagia).

Aplikasi untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga, terpantaunya kesehatan usia produktif, dan lansia di wilayah kerja Puskesmas Kota Tangerang.

Selain itu untuk mengetahui lansia produktif dan lansia resiko tinggi oleh nakes, serta menurunnya prevalensi penyakit tidak menular.

Selain aplikasi, pihaknya juga mempunyai program Lansia Sumringah (Semua Mandiri Bugar Bahagia). Dengan begitu, pihaknya dapat menindaklanjuti permasalahan kesehatan lansia dan usia produktif, baik upaya perorangan maupun kesehatan masyarakat.

Sebagai informasi, di Kota Tangerang saat ini memiliki 18 armada 119 sebanyak enam unit, mobil ambulan gratis  12 unit. Sedangkan di rumah sakit swasta ada 32 unit dan puskesmas 38 unit tersebar di 13 kecamatan. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button