Pemerintahan

Terapkan PPKM Level 4, Pemkot Tangerang Berikan Kelonggaran

TANGERANG, LBC– Pemerintah pusat kembali memperpajang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 23 Agustus 2021 dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Namun, di Kota Tangerang disertai dengan beberapa kelonggaran, seperti mal sudah bisa beroperasi dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan ketat dan pengunjung wajib menunjukkan kartu vaksin.

Hal itu diungkapkan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah saat berkunjung ke Tangcity Mal, Rabu (18/8/2021). Kata Arief, melihat Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bahwa Tangerang Raya termasuk aglomerasi Jabodetabek. Artinya, kata Arief, walaupun masih berada di PPKM Level 4 angka-angka indikatornya Kota Tangerang sudah berada di posisi level 3 atau ada kelonggaran.

“Jadi, seperti pusat perbelanjaan di Kota Tangerang sudah bisa kembali beroperasi, tetapi harus menerapkan prokes ketat dan pengunjung wajib menunjukkan kartu vaksin, serta kapasitas pengunjung harus dibatasi,” ujarnya.

Menurut Arief, perpanjangan PPKM Level 4 ingin menjaga wilayah tetap aman dan rantai Covid-19 bisa diputus, serta pandemi Covid-19 bisa terkendali. Arief menilai, penangangan Covid-19 di Kota Tangerang dengan diterapkannya PPKM Level 4 kondisinya terus terkendali. Angka kasusnya, lanjut Arief, jika dibandingkan pada Juli sampai pertengahan Agustus menyentuh angka 30, jauh dibandingkan sebelumnya yang mencapai 1.000. Sebagai informasi, capaian vaksinasi di Kota Tangerang sudah mencapai 729.056 orang atau 49,28 persen dari target provinsi untuk dosis pertama, dan untuk dosis kedua mencapai 412.785 orang atau 27,90 persen dari target provinsi.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urif H menambahkan, dengan diterapkannya kembali PPKM Level 4 maka untuk pelaku usaha restoran, rumah makan, dan kafe di Kota Tangerang yang areanya terbuka saat ini sudah diperbolehkan melayani makan di tempat dengan kapasitas maksimal 25 persen, serta waktu makan dibatasi 30 menit. Sedangkan pelaku usaha restoran, rumah makan, dan kafe di Kota Tangerang yang areanya tertutup untuk sementara masih belum diperbolehkan melayani makan di tempat. Boyke mencontohkan jenis rumah makan yang tertutup, seperti Pizza Hut dan Hokben. Namun demikian, lanjut Boyke, jika pelaku usaha menyediakan tempat makan di luar, maka diperbolehkan makan di tempat sesuai aturan protokol kesehatan.

“Sesuai surat edaran Walikota Tangerang bahwasanya untuk rumah makan, restoran, kafe yang posisinya di area terbuka boleh makan di tempat. Kapasitasnya maksimal 25 persen, jam operasional dibatasi sampai pukul 20.00 WIB, waktu makan hanya 30 menit,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button