Kesehatan

Terkendala Nakes, Pemkab Serang Minta Data Vaksinasi Terintegrasi

SERANG, LBC – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang meminta data vaksinasi di Kabupaten Serang terintegrasi dengan institusi yang melaksanakan kegiatan vaksin. Soalnya, capaian vaksinasi di Kabupaten Serang sampai saat ini masih jauh dari target, baru 21 persen atau sekira 200 ribu dari target 1,259 juta sasaran yang harus divaksin, disebabkan kekurangan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah teregistrasi sebagai vaksinator.

Hal itu terungkap pada Rapat Evaluasi Vaksinasi Warga Kabupaten Serang di aula Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, Selasa (31/8/2021). Rapat dipimpin Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa. Hadir Dandim 0602/Serang Kolonel Inf Soehardono, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon, Kabagops Polres Serang Kota Kompol Yudha Hermawan, Kabagops Polres Cilegon Kompol Andi Suherman, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Sri Rahayu Basukiwati, dan perwakilan dari Klinik Swasta.

Pandji mengatakan, hasil rapat evaluasi menjadi rumusan bersama bagaimana supaya data vaksinasi dari Pemkab Serang dengan seluruh instansi yang ikut bergerak melakukan vaksinasi yang merupakan program nasional terintegrasi, di antaranya melalui gerakan TNI-Polri, termasuk Lanal Banten, hingga Partai Politik (Parpol).

“Supaya kelihatan hasil kerjanya dan terintegrasi datanya. Kita kan punya target sejuta vaksin lagi, karena capaian kita sudah 21 persen atau sekitar 200 ribu dari target 1.259.000 warga yang harus divaksin untuk dosis pertama,” ungkap Pandji yang juga selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Serang ini.

Advertisement

Ke depan, kata Pandji, pihaknya harus menyiapkan sekira 2,5 juta vaksin. Oleh karena itu, kata Pandji, pihaknya akan membentuk Tim Pelaksanaan Vaksinasi melibatkan TNI-Polri yang basis sasarannya kecamatan dan desa.

“Kita gerakkan semua komponen untuk membidik sasaran itu, dalam tempo lima bulan harus selesai,” jelas mantan birokrat ini.

Selain itu, sambung Pandji, pihaknya juga akan menginventarisasi nakes dari Dinkes dan meminta bantuan nakes dari klinik swasta untuk membantu mempercepat capaian target vaksinasi. Disebutkan Pandji, ada 98 nakes yang sudah teregistrasi sebagai vaksinator di klinik swasta yang bisa diperbantukan.

“Pastikan stok vaksin aman. Jangan sampai tim dibentuk dan siap bekerja, vaksinnya tidak ada. Saya juga imbau seluruh OPD, camat, dan kades bisa menggiring warganya untuk ikut vaksinasi agar hasilnya maksimal,” imbaunya.

Sementara itu, dalam rapat Kabagops Polres Serang Kota Kompol Yudha Hermawan mengatakan, pihaknya mempunyai dua wilayah hukum, di antaranya tujuh kecamatan di Kabupaten Serang. Pihaknya juga mendapatkan tugas untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Untuk percepatan vaksinasi, pihaknya sudah menyediakan gerai vaksinasi dibantu Dinkes Provinsi Banten.

“Namun kendala saat ini yaitu keterbatasan nakes vaksinator dan sarana prasarananya,” ungkapnya.

Senada disampaikan Kabagops Polres Cilegon Kompol Andi Suherman yang memaparkan pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi dibantu Dinkes dan Kodim dengan capaian 132.873 warga tervaksin dari target 289.994 sasaran atau sudah 45,8 persen. Pihaknya juga mempunyai program Serbuan Vaksinasi dengan target 2.000 warga tervaksin per hari. Sementara di Kabupatyen Serang, pihaknya mengendalikan lima kecamatan yang merupakan wilayah hukum Polres Cilegon, yakni Kecamatan Mancak, Anyar, Cinangka, Bojonegara, dan Kecamatan Puloampel yang mempunyai jumlah penduduk 258.975 jiwa. Sedangkan yang sudah divaksin baru 37.225 warga belum target 241.750 jiwa atau 14,4 persen.

“Di wilayah lima kecamatan itu, kami punya target bisa mengejar 1.000 orang tervaksin per hari mulai besok, kami sudah berkoordinasi dengan kepala puskesmas Bojonegara dan Puloampel. Kendala saat ini, tingal nakes yang kami butuhkan, nakes Polres hanya tujuh orang, itupun untuk di gerai. Kami masih mencari puskesmas yang bisa menyiapkan nakes,” katanya. (zai)

Back to top button