Nasional

Tol Serpan Dongkrak Perekonomian Masyarakat Dua Daerah di Banten

SERANG, LB– Pembangunan Tol Serang-Panimbang (Serpan) Seksi 1 dari Kecamatan Walantaka, Kota Serang sampai Rangkasbitung, Lebak sudah mencapai 100 persen dan siap dioperasikan pada November mendatang. Keberadaan Tol Serpan dinilai dapat mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya di dua daerah di Banten, yakni Kabupaten Serang dan Lebak.

Manajer Biro Teknik dan Operasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)  Serang-Panimbang (WSP) Pudik Prayogi menjelaskan, hadirnya salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN ) itu untuk memberikan akses jalan bebas hambatan kepada masyarakat, selain diharapkan memberikan efek positif lainnya bagi pembangunan di Provinsi Banten ke depan.

Termasuk, sambung Pudik, diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di sepanjang koridor Tol Serpan, dengan melihat jarak tempuh dari Kecamatan Walantaka, Kota Serang menuju Rangkasbitung saat ini sudah bisa ditembus dengan waktu tempuh hanya sekira 15 menit.

“Jarak waktu tempuh yang cukup signifikan, berbeda jauh dibanding sebelum hadirnya tol yang biasanya mencapai 40 menit waktu yang ditempuh jika melalui jalan arteri,” ujar Pudik saat bincang-bincang di BantenPodcast (Lingkarbanten.com group), Jalan Polda, Mayabon, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Jumat (1/10/2021).

Advertisement

Selain itu, kata Pudik, pembangunan Tol Serpan juga diyakini dapat meningkatkan penghasilan para pelaku pariwisata mancanegara maupun pelaku usaha domestik, sesuai rencana awal pembangunan sebelumnya yang tertuang Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan. Sehingga, diharapkan wilayah Selatan, khususnya Kawasan Tanjung Lesung ke depan akan semakin memiliki daya tarik tersendiri dengan hadirnya Tol Serpan, karena semakin mudah diakses.

“Koridor and Trans Exit (akses pintu) tol bisa menjadi magnet bagi investor masuk dan berinvestasi. Setidaknya di tahap awal di tiga simpang susun ini (Cikesal, Tunjungteja, dan Rangkasbitung-red) tentu menjadi kawasan yang tumbuh lebih dulu,” katanya.

Pudik menilai, hadirnya Tol Serpan tidak hanya menjadi akses visibilitas bagi masyarakat saja, melainkan juga masyarakat luar daerah yang ingin datang ke wilayah Banten Selatan khususnya, akan lebih aman dan bebas macet. Sehingga, sangat terbuka bagi masyarakat Banten yang ingin memberdayakan usahanya atau meningkatkan UMKM dan produk lokal.

Setahu Pudik, seperti di Kecamatan Tunjungteja ada usaha pembuat tas dan sepatu yang potensial untuk dijual dengan adanya tol. Dimana, tadinya usaha tersebut memikirkan jarak dan waktu yang cukup lama menuju kawasan perdagangan, ke depan lebih mudah atau bisa saja orang dari Jakarta datang langsung via tol Serpan karena lebih dekat.

“Termasuk meningkatkan kebudayaan Banten agar lebih dikenal warga luar Banten,” jelasnya. (Den/zai)

Back to top button