Bisnis

Transaksi Keuangan Pemkab Serang Segera Migrasi ke Digitalisasi

SERANG, LB – Untuk memberikan kemudahan pelayanan di era digital saat ini sesuai pesan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berdasarkan perintah Presiden Ri Joko Widodo (Jokowi), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bakal menerapkan transaksi keuangan berbasis digital atau digitalisasi keuangan.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Serang Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ida Nuraida saat menjadi nara sumber acara Ngobrol Santai Bareng Mitra di Nunia Hotel Kota Serang, Jumat (29/10/2021) sore. Acara diikuti wartawan yang tergabung Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (Ekbispar).

Nara sumber lain pada acara yang mengusung tema ‘’Bagaimana peran bank daerah dalam membangun perekonomian di Kabupaten Serang’ itu, yakni Komisaris Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Serang Adjat Gunawan, Relationship Officer Institusi Bank bjb KCK Banten Lely Yusnida, serta Pengamat Ekonomi Bambang DS.

Ida mengatakan, tata kelola keuangan Pemkab Serang berada di bjb selain mempunyai BUMD, yaitu BPR Serang yang membantu penyertaan modal masyarakat. Sesuai pesan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah atas perintah presiden, kata Ida, Pemkab Serang kini harus mengembangkan pelayanan dengan kemudahan dan kecepatan bertransaksi.

Advertisement

“BI (Bank Indonesia) melalui bank daerah di Kabupaten Serang meminta agar kita melakukan digitalisasi transaksi keuangan. Bukan di tataran konsep, tapi transparansi ke publik. Jadi bisa langsung diakses,” terang Ida yang juga menjabat Asda III Pemkab Serang.

Kata Ida, dengan diraihnya opini WTP dari BPK untuk ke-11 kali berturut-turut oleh Pemkab Serang sebagai salah satu bentuk implementasi digitalisasi keuangan. Dengan begitu, sambung Ida, masyarakat akan mengetahui komposisi struktur APBD untuk apa saja.

“Ini bentuk keterbukaan ke masyarakat. Pemkab semakin tua harus bisa mempertangungjawabkan bentuk pelayanan ke masyarakat, salah satunya transaksi keuangan,” terang mantan Staf Ahli Bupati Serang ini.

Pada 2022, lanjut mantan Kabag Aset Setda Pemkab Serang ini, pihaknya mencanangkan perbaikan kualitas ekonomi masyarakat. Salah satunya program bantuan UMKM bekerja sama dengan bjb dan BPR Serang, seiring terjadinya kerusakan restruktur destruktif ekonomi di Kabupaten Serang akibat pandemi.

Ida pun mengapresiasi BPR Serang dengan keterbatasan aturan OJK sudah menerima banyak penghargaan dan mampu menyalurkan bantuan permodalan sekira Rp500 miliar kepada 700 UMKM di Kabupaten Serang, dengan sistem dibantu bjb. Ida juga menyebutkan, pihaknya mendapatkan deviden dari BPR Serang tahun ini sebesar Rp4,5 miliar dan dari bjb Rp14,6 miliar.

“Jadi, BPR Serang ini tidak terganggu pandemi Covid-19. Kemitraan dengan bjb juga menyehatkan, dan ini nyata,” tegas mantan Camat Ciruas ini.

Sementara itu, Relationship Officer Institusi Bank bjb KCK Banten Lely Yusnida menegaskan, peran bjb sebagai bank daerah terhadap pembangunan di Kabupaten Serang sangat jelas. Itu sesuai visi misi Bank bjb sebagai mitra utama pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, pihaknya juga membantu mengoptimalisasi dari sisi pendapatan dan melakukan kolaborasi yang baik, serta menciptakan beberapa inovasi layanan untuk mengoptimalkan PAD dari retribusi dan pajak melalui jaringan minimarket dan e-commerce, seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengatur fasilitas kredit untuk masyarakat. Artinya, kata Lely, fungsi dan peran bjb bisa memberikan dividen yang terus meningkat, termasuk di dalamnya CSR. Menurut Lely, bank daerah memiliki peran sangat penting menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, seperti memberikan kredit serta memfasilitasi masyarakat untuk mengakses layanan perbankan.

Pada era digital, kata Lely, bukan hanya bjb yang sedang berlomba menjadi digital banking, namun juga bank lain. Di era pandemi ini, lanjut Lely, mau tidak mau harus menyesuaikan kondisi dan digital banking bisa menjadi solusi. Saat ini, dipastikan Lely, nasabah sudah bisa menikmati layanan digital bjb melalui bjb mobile, bjb net, dan bjb SMS yang transaksinya bisa dinikmati tanpa harus tatap muka.

Untuk urusan pemerintah dalam upaya elektronikasi, kata Lely, pemerintah daerah dan bjb mempunyai tanggung jawab menghadirkan layanan dari tunai menuju nontunai.

“Walaupun kami concern (konsentrasi) ke pemerintah daerah, tapi tidak melupakan masyarakat umum. Ini kami buktikan dengan membuka agen laku pandai. Ada 15 agen di masing-masing kecamatan Kabupaten Serang untuk menciptakan layanan yang bisa dijangkau, fungsinya seperti teller,” terangnya.

“Kami juga sedang bekerja sama dengan BUMDes yang nantinya sama seperti agen laku pandai,” jelasnya.

Terkait itu, Komisaris Utama BPR Serang Adjat Gunawan mengatakan, BPR Serang sejak 2019 sudah memiliki aplikasi untuk pelayanan dan sebagainya, dan pada 2020 melakukan migrasi data. Namun, kata Adjat, BPR mempunyai keterbatasan layanan, tidak seperti bank umum. Seperti tidak bisa menarik uang di ATM walaupun ATM bersama.

“Namun karena tuntutan sudah tinggi, akhirnya cari solusi, antara lain berintegrasi dengan Bank bjb. Ini disebut integrasi perbankan melalui digitalisasi,” terangnya.

“Masa pandemi ini, BPR justru mengalami anomali. Saat BPR lain mengalami penurunan, BPR Serang justru mengalami kenaikan,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Pengamat Ekonomi Bambang DS Bambang menilai, perbankan tidak bisa diandalkan menjadi pusat keuntungan, karena investasi porsinya tidak terlalu besar. Bambang pun menyebutkan persentase investasi di Banten, dimana paling tinggi ada di wilayah Tangerang. Kabupaten Serang, disebutkan Bambang, investasinya hanya tiga persen sama dengan Lebak. Tangerang mencapai 47 persen dan Kota Serang nol persen. Pandeglang malah investasinya 22 persen investasi.

“Kita lihat justru kredit disalurkan perbankan sebagai pendonor ekonomi, lebih banyak ke produk kerja, iklim investasi kecil,” ujarnya. (zai)

Back to top button