Pemerintahan

Utang LKM Ciomas Capai Rp12 M, Pandji : Akan Kita Selesaikan

SERANG, LBC – Sudah tidak beroperasi sejak tersangkut kasus hukum, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ciomas Kabupaten Serang masih menyisakan persoalan, yaitu kewajiban mengembalikan uang nasabah, serta pinjaman Bank Jabar Banten (bjb) dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan total nilai mencapai Rp12 miliar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan menyelesaikan kewajiban tersebut sebelum akhir tahun.

Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, pihaknya sudah menerima keputusan pengadilan bahwa LKM Ciomas wajib mengganti dana nasabah. Selain itu, kata Pandji, LKM Ciomas juga mempunyai kewajiban mengembalikan dana pinjaman dari bjb dan BPR berikut insentif biaya Tim Likuidasi.

“Totalnya Rp12 miliar. Untuk dana nasabah itu sudah kita hitung sekitar Rp8 miliar, ke bjb sekitar Rp850 juta, dan BPR sekitar Rp1,2 miliar, berikut insentif Tim Likuidator totalnya jadi Rp12 miliar,” ungkap Pandji kepada wartawan usai Rapat Evaluasi Vaksinasi bersama TNI-Polri di Aula Brigjend KH Syam’un Pemkab Serang, Selasa (30/8/2021).

Untuk pembayaran terhadap nasabah, kata Pandji, pihaknya berencana bekerjasama dengan bjb berupa pinjaman dana murah.

Advertisement

“Sebelum akhir tahun kita selesaikan. Kasihan nasabah kalau sampai nunggu di APBD perubahan, apalagi di murni,” imbuhnya.

Untuk Tim Likuidator LKM Ciomas, kata Pandji, bertugas mendistribusikan uang nasabah sekaligus menagih kreditur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut yang mempunyai tunggakan atau dana macet hingga Rp5 miliar.

“Untuk yang macetnya (kreditur-red) PNS (menyebut ASN-red), kiita sudah serahkan ke Inspektorat. Sementara yang macetnya kepala desa dan dewan (menyebut anggota DPRD-red), kita kerjasama dengan kejaksaan,” beber mantan birokrat yang terakhir menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang ini.

Sedangkan untuk nasabah LKM Ciomas yang lancer, sambung Pandji, pihaknya akan kolaborasikan dengan BPR. Pandji mengaku sudah mendapat informasi jika nasabah yang melakukan pembayaran lancar nilainya mencapai Rp1,5 miliar.

“Kita akan cari pola kerjasama dengan BPR,” tukas Ketua Organisasi Radio Amator Indonesia (Orari) Banten ini.

Disinggung soal aset LKM Ciomas, lanjut Pandji, sudah dihitung sekira Rp1 miliar. Ke depan, pihaknya coba memikirkan pembentukan LKM Syariah.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri memastikan, LKM Ciomas sudah tidak beroperasi karena sudah tidak mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terkait penyelesaian kewajiban LKM Ciomas, kata Entus, pihaknya sudah membentuk tim Likuidator. Saat ini, tambah Entus, pihaknya sedang rekonsiliasi pendataan nasabah dan mendorong Tim Likuidator agar berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, karena kasus LKM Ciomas sudah naik ke meja hijau.

“Ke depan, seluruh kewajiban LKM Ciomas ke nasabah akan kita selesaikan,” tegasnya.

Sesuai arahan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Entus, pihaknya berencana membentuk LKM Syariah

“Mudah-mudahan tahun 2022 dibantu bjb sebagai tim Likuidator. Intinya, nasabah LKM Ciomas tidak perlu khawatir, kami akan menjamin simpanan, tabungan, atau deposito di LKM. Kepada kreditur, sedang ditangani Tim Likuidator untuk melunasi pinjaman sekitar Rp5 miliar, kreditur sampai ratusan,” pungkasnya. (zai)

Back to top button