Peristiwa

Warga Medang, Pagedangan Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang

Curhat Soal Jalan Yang Diduga Dikeruk Pengembang

TANGERANG, LB– Puluhan warga Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Senin (11/10/2021). Mereka meminta solusi terkait jalan poros desa yang diduga dikeruk pengembang.

Kedatangan warga langsung disambut Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang untuk mediasi. Dalam pertemuan itu, warga menjelasan silsilah jalan beton yang katanya dibangun dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang itu kepada Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Jayusman. Padahal, informasinya lahan jalan masih milik warga. Mereka juga membahas soal ganti rugi yang belum diterima ahli waris.

Salah satu warga, Ariyadi mengatakan, sebelum jalan dibangun oleh Pemkab Tangerang pendapat warga tidak pernah direspons DPRD setelah dibentuk Tim Koordinasi Pengelolaan Aset Lingkungan Wilayah RW 02 Carang Pulang, Kelurahan Medang.

“Kami selaku ahli waris tidak pernah dimintai pendapat. Apalagi kebagian uang ganti rugi dari pengembang. Sementara, beberapa orang yang bukan ahli waris malah mendapakan uang yang katanya ganti rugi,” ujarnya.

Advertisement

Kata Ariyadi, sebelumnya ahli waris tanah juga pernah mengadukan masalah serupa kepada Kelurahan Medang. Namun, tidak menemui hasil yang memuaskan. Bahkan, saat warga meminta pencocokan leter C sebagai dasar pertanahan atau bukti kepemilikan, pihak kelurahan enggan menunjukkannya kepada ahli waris.

“Karena kami tidak ditanggapi oleh Lurah sama Camat, makanya kami mengadukan masalah ini ke DPRD,” tukasnya.

Warga lainnya, Mad Ali mengaku, lahir dan dibesarkan di RW 02 Carang Pulang. Ia mengaku mengetahui persis persoalan tanah di lingkungan sekitarnya. Termasuk, milik orang tuanya yang diakui sepanjang 240 meter dengan lebar 5,5 meter atau sekira 1.320 meter. Total keseluruhan jalan milik sepuluh ahli waris sekira 2.400 meter.

“Lahan direlakan dibangun jalan karena untuk kepentingan warga. Tapi, sekarang jalan dikeruk untuk kepentingan pengembang, tentu kami selaku ahli waris mempertanyakan ganti rugi apa yang kami terima,” tukasnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang Jayusman berjanji, pihaknya akan mengkaji permasalahan tersebut dan memanggil pihak pengembang serta lurah setempat untuk meminta penjelasan.

Jika warga memiliki bukti-bukti kuat terkait kepemilikan tanah, disarankan Jayusman, menjadi dasar pembahasan dan pengambilan keputusan DPRD pada hearing selanjutnya.

“Kebetulan komisi IV yang menjadi pansus penjualan aset Pemkab ke pihak swasta. Tapi sepengetahuan saya, pemerintah hanya menjual infrastrukturnya saja, bukan menjual lahannya. Kalau itu masih milik ahli waris, silakan saja dibuktikan dengan kelengkapan surat-surat yang ada,” sarannya. (Iqbal Kurnia Musyab/zai)

Back to top button