News

Warga Perumahan di Lebak Keluhkan Layanan PDAM Tirta Multatuli

LEBAK, LBC – Layanan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Multatuli Lebak di wilayah Perumahan Permata Mutiara Maja, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak sudah tiga hari terhenti, dari Senin (2/8) sampai hari ini. Kondisi itu pun dikeluhkan warga karena dinilai sudah merugikan.

Seperti yang disampaikan salah satu warga Perumahan Permata Mutiara Maja, Ayu yang menilai, berhentinya layanan air PDAM Tirta Multatuli sudah merugikan. Sebab, terhentinya layanan air tanpa ada pemberitahuan dan kompensasi dari pihak perusahaan atau pemerintah daerah setempat.

Dengan terhentinya layanan air, kata Ayu, beberapa warga di perumahan harus bolak-balik membawa galon ke penjual agen air bersih untuk membeli air keperluan mandi, cuci dan sebagainya.

“Ini merugikan banget. Soalnya kita harus beli. Nah ini PDAM juga kan harus dibayar bulanan. Sudah sering kaya gini PDAM, keterlaluan banget, enggak niat kerja pelayanannya,” keluh Ayu saat ditemui lingkarbanten.com di sekitar perumahan, Rabu (3/8).

Advertisement

Menurut Ayu, seharusnya pihak PDAM bertanggung jawab kepada pelanggannya dengan memberi layanan mobil tangki air, atau bahkan hanya sekadar menyampaikan permintaan maaf. Ayu mengaku sudah menanyakan persoalan tersebut kepada PDAM,tetapi tidak mendaptakan jawaban yang pasti.

“Enggak profesional banget. Padahal kita sudah legowo air cuma hidup dari subuh sampe sore doing. Tapi tetap saja ada kejadian sampai mati total gini,” kesalnya.

Ibu rumah tangga itu juga menambahkan, sebelum adanya penghentian layanan air tersebut, salah satu jalur pipa PDAM terlihat bocor di lokasi pembangunan kluster baru perumahannya bermukim. Setelah itu, layanan air terhenti dan pipa bocor nampak belum juga diperbaiki.

Atas kejadian tersebut, Ayu berencana melaporkan terhentinya layanan air ini kepada Ombudsman dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Sementara itu, saat wartawan mencoba konfirmasi ke PDAM Multatuli melalui sambungan telepon tidak ada yang merespons. Dua kali menghubungi melalui sambungan telepon di 0252 281190 terdengar nada menyambung tetapi tidak ada yang mengangkat. (Eky Fajrin/zai)

Back to top button