HeadlinePemerintahan

WH Blak-blakan Soal Mundurnya AL Muktabar dari Jabatan Sekda Banten

SERANG, LB– Gubernur Banten Wahidin Halim blak-blakan soal polemik mundurnya Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Al Muktabar. Pejabat yang akrab disapa WH ini juga menilai, kinerja Al Muktabar lamban dan tidak memberikan contoh yang baik terhadap pegawainya.

WH mengaku secara pribadi prihatin dengan mundurnya Al Muktabar sebagai Sekda Banten yang tidak terbuka kepada masyarakat. WH mengaku mengetahui persis dan memahami alasan mundurnya Al Muktabar.

“Yang tidak bisa dibuka, saya bisa buka secara keseluruhan (soal mundurnya Al Muktabar-red), kalaupun itu menjadi pertanyaan publik yang harus jawab transparan, sehingga tahu apa yang menjadi pertanyaan publik. Tapi secara umum saya bisa katakan,” ujarnya.

Diungkapkan WH, Al Muktabar sampai saat ini tidak mau dan tidak memindahkan status kepegawaiannya di Pemprov Banten. WH menilai, sikap itu menjadi bantuk tanggung jawab moral bagi Al Muktabar.

Advertisement

“Kalau saya orangnya sudah menyiapkan diri disumpah menjadi pegawai dimanapun berada ya konsekwensinya harus dipindahkan. Itu yang masyarakat belum tahu, apalagi dia (Al Mukatabar-red) di sini (pemprov Banten-red) jabatan tertinggi. Ya harus menunjukkan dan memberikan contoh kepada staf maupun perangkat lain di bawahnya,” ujarnya.

WH pun mencontohkan andai ia menjadi pegawai negeri akan membuktikan kesungguhannya atas kepindahannya yang menjadi keharusan seorang pegawai. Sehingga, kata WH, dia lebih rela tidak naik pangkat ketimbang mengurus pegawai yang sudah pindah ke Pemprov Banten.

WH juga membeberkan soal kinerja Al Muktabar selama menjabat Sekda Banten. Bahkan WH menantang debat jika Al Muktabar sampai membantah penilaiannya soal kinerja.

“Soal kinerja (Al Muktabar-red), sangat terjadi pelambatan dalam pelayanan administrasi, baik dalam mengambil keputusan, supporting kepada pimpinan daerah, maupun dalam hal layanan administratif yang harusnya menjadi tanggung jawab dia,” beber politisi Partai Demokrat itu.

Kata WH, masih banyak hal yang tidak diketahui publik soal Al Muktabar. Kendati demikian, WH hanya menyampaikan beberapa hal saja yang menjadi catatan khususnya itu. Menurutnya, jika Al Muktabar mempunyai kemauan kuat dan termotivasi mengabdi untuk Banten maka harus diselesaikan.

“Jadi ini menurut saya persoalan besar. Saya dimutasi di mana saja saya siap, tanggung jawab. Makanya, ini menjadi catatan saya, menurut saya cukup alasan untuk menerima pengunduran diri (Al Muktabar-red),” terangnya.

Kata WH, Al Muktabar bukan mengundurkan diri dalam konteks sebagai Sekda Banten, tapi minta dipindahkan atua dikembalikan ke tempat asal, yakni menjadi pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Menurut WH, secara hukum sikap Al Muktabar tidak salah, karena menerima gaji di Kemendagri, di Banten hanya tunjangannya.

“Tapi bukan persoalan tunjangan dan gaji, tapi soal komitmen. Seorang pegawai negeri pindah status, itu saja masyarakat menilai secara objektif, terlepas dari sisi Al berbeda, saya sebagai user menjadi persoalan,” jelas mantan Walikota Tangerang ini.

WH belum mengetahui pasti secara psikologis alasan Al Muktabar mundur dari jabatannya.

“Apakah dia bersungguh-sungguh atau betul-betul mendedikasikan untuk Banten atau tidak. Atau apakah sekadar mencari tunjangan. Toh itu sejumlah pertanyaan yang ada di benak saya, termasuk melihat komitmen dia,” tukasnya.

“Kelihatan dari situ saja saya sebagai pimpinan cukup pengalaman bisa melihat menilai tentang kesungguhan seorang anak buah dan staf saya, daari situ saja sudah bisa ngukur,” imbuh WH.

WH pun menyakini, masyarakat Banten sudah cerdas untuk menilai sikap yang ditunjukkan Al Muktabar.

“Saya menjadi gubernur saja, saya tinggalkan jabatan saya di DPR RI untik mengabdi di Banten. Itu komitmen, suatu sikap, kehormatan, otomatis status apapun saya, saya tinggalkan, saya kira Pak Iksan atau teman-teman media begitu juga,” tandasnya. (zai)

Back to top button