HeadlineNews

Wow, Puluhan Ribu Warga Banten Terkontaminasi Narkotika

Sebulan BNN Ungkap 4 Kasus Penyelundupan Narkoba

SERANG, LB – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten mencatat, sekira 6 juta orang Indonesia yang terkontaminasi narkotika berbagai jenis. Sementara di Banten dari jumlah penduduk sekira 12 juta yang sudah terkontaminasi mencapai 41 ribu orang.

Hal itu terungkap pada acara pemusnahan sabu di halaman kantor BNNP Banten, Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Jumat (15/10/2021).

“Masyarakat Indonesia secara umum ada sekitar 5-6 juta yang sudah terkontaminasi. Sementara berdasarkan data tahun 2019, yang sudah terkontaminasi narkotika di Banten sebanyak 41 ribu,” ungkap Kepala BNNP Banten Brigjend Pol Hendri Marpaung.

Meski diterpa wabah pandemi Covid-19 sehingga berdampak aktivitas masyarakat dibatasi, kata Hendri, peredaran narkoba tetap berjalan, bahkan memanfaatkan situasi. Terbukti, diungkapkan hendri, pihaknya dalam kurun satu bulan terakhir sudah mengungkap empat kasus penyelundupan narkoba. Hal itu, menurut Hendri, tidak terlepas karena Banten menjadi daerah pintu masuk narkoba, baik melalui udara maupun darat.

Advertisement

“Jadi, Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) dan Pelabuhan Merak tuh yang menjadi pintu masuk penyeludupan narkoba ke daerah pulau jawa atau daerah lain. Makanya, dengan data-data itu, Banten masuk zona merah narkotika,” ungkapnya.

Peredaran narkotika, lanjut Hendri, dikakukan oleh para sindikat dengan berbagai modus, ada yang memasukkan ke dalam tubuh, jasa angkutan, dan lain-lain.

“Jadi petugas kepolisian, BNN, Bea Cukai, Avsec Bandara, kita berkolaborasi untuk mencegah pemberantasan penyalahgunaan peredaran narkotika,” jelasnya. (Hendra Hermawan/zai)

Back to top button